Bung Doktor Dari Malang Turun Gunung, Siap Tangani PHPU 2024 Yang Terjadi Di Madura

Bincang Santai Dr. Solehoddin, SH., MH Lawyer Terbaik 5 Tahun berturut-turut versi Jawa Pos bersama Mantan Politisi PPP beserta Lacakpos&tim di RM Lumintu, Sabtu, (17/02/2024)

SAMPANG – LACAKPOS.CO.ID – Setiap kali momentum Pemilihan Umum di Madura khususnya di Sampang selalu menarik perhatian dan atensi beberapa elemen dan bukan hanya bagi kalangan warga dan elemen masyarakat Madura, namun kali ini sebutlah panggilannya Bung Doktor, domisili di Malang Raya Kota ini sengaja datang dan serap informasi dari beberapa koleganya di Sampang.

Bertempat di RM Lumintu Jl. Syamsul Arifin menjadi kesepakatan insidentil untuk ketemu dan bincang kangen dan santai sekaligus menakar sekaligus dinamikanya yang terjadi di lapangan serta progress dari kontestasi kemenangan baik pada konteks Pilpres maupun Pileg yang sudah digelar Pemungutan dan Penghitungan Suara (Tungsura) pada tingkat TPS kemarin lalu, Rabu, (14/02/2024).

Bacaan Lainnya
Suasana diskusi

“Saya sengaja hadir di tengah rekan-rekan, yang utama adalah memberikan pemahaman agar bijak dan hati-hati dalam ber medsos maupun hidup dalam era sosmed yang begitu cepat, namun ada konsekwensi hukum jika kita tidak memfilter apa yang kita dapatkan dalam era dunia digitalisasi informasi yang begitu cepat tersebar”, kata Dr. Solehoddin, SH,, MH Lawyer terbaik 5 tahun berturut-turut ini versi Jawa Pos Radar Malang.

Selain itu kata Bung Doktor panggilannya, menyikapi klaim kemenangan antar kubu pada konteks Pilpres, berharap warga masyarakat menahan diri dan tidak perlu ber evouria dan menunggu Rekapitulasi Terbuka secara resmi dari KPU nanti secara berjenjang.

Karena kata Dr. Solehoddin, Rekap Terbuka KPU itulah sebenarnya yang akan menjadi pijakan para peserta pemilu di dalam klaim kemenangan dan langkah hukum (legalll effort) selanjutnya bagi yang merasa dirugikan.

Dan dirinya bersama Tim Hukum siap diberikan amanah untuk tangani persoalan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 ini yang akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi RI sebagai garda terakhir untuk memperjuangkan penegakan hukum pemilu dan hak demokrasi serta Hak Daulat Politik Rakyat yang terabaikan.

Masih Kata Bung Doktor yang murah senyum ini, dalam konteks Pileg pun tidak menutup kemungkinan akan terjadinya PHPU dan ini dampak dari Keputusan KPU secara berjenjang jika terdapat kasus posisi pemilu berupa pelanggaran pemilu yang dirasa terjadi secara terstruktur, sistematis dan sistematis pada setiap wilayah.

“Real Count maupun Quick Count itu sebagai informasi awal yang didapat dari hasil sampling dan bukan seluruhanya berbasis form C-1 perhitungan riil pada tiap-tiap TPS dan karenanya masih hitungannya berbasis prosentase dengan angka perolehan yang terus dinamis dalam prosentase, “katanya, sabtu, (17/02/2024).

Pak Doktor ini titip pesan khusus kepada KPU Sampang secara berjenjang agar hendaknya segera melakukan Rekapitulasi Terbuka sesuai jadwal dan tak ada alasan untuk menunda, ini untuk menghindari fitnah dan praduga, karena ini berkaitan dengan nasib person dalam masa bakti 5 tahun ke depan, terutama dalam konteks Pileg yang cukup sengit dan ketat saya pantau terus dinamikanya di bawah.

Hadir mantan anggota DPRD Sampang dari Fraksi PPP masa bakti 2009-2014, Ir. Joni Purnomo, Jurnalis Lacakpos&tim, Pegiat Pers, Para Pegiat Sosial lainnya yang diundang by chat whatsapp serta rekan sesama alumni SMAN I Sampang ’89.

Bung Joni, panggilan mantan Politisi PPP ini bangga dan apresit atas hadirnya rekan lamanya ini ke Kota Bahari dengan banyak memberikan referensi dengan membuka ruang cakrawala berpikir secara cerdas dan bijak mencermati situasi politik pasca digelarnya Tungsura kemarin.

Menanggapi hitung cepat (Quick Count) beberapa lembaga survey pada konteks Pilpres, dirinya berharap pula masyarakat bersabar menunggu Perhitungan Manual Versi KPU nanti, karena itu pula yang akan menjadi rujukan sebuah kemenangan maupun yang dijadikan dasar gugatan dalam PHPU.

Bincang santai dan temu rekan diakhiri makan siang dengan suasana penuh kekeluargaan dan ditutup dengan Do’a dengan harapan ke depan kita semua semakin diberikan kedewasaan dalam berdemokrasi serta menentukan pilihan selaku Pemilik Hak Daulat Politik.

(Abd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *