MINNUT, LacakPos.co.id – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara terus berupaya menangani amblasnya ruas jalan nasional di wilayah PT MSM. Saat ini, akses pada lokasi terdampak ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sulawesi Utara, Ir. Ringgo Redetyo, S.T., M.Eng., PUP, menjelaskan bahwa kondisi longsor di lokasi tersebut masih aktif dan bisa mengalami pergerakan tanah.
Saat diwawancarai wartawan, Rabu (3/6/2026), Ringgo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT MSM untuk memanfaatkan jalan khusus milik perusahaan sebagai jalur alternatif selama proses perbaikan berlangsung.
“Longsoran masih bergerak sehingga prioritas kami adalah menjamin keselamatan pengguna jalan. Karena itu, ruas jalan nasional yang terdampak kami tutup sementara dan kendaraan dialihkan melalui jalan khusus perusahaan yang telah mendapatkan izin penggunaan,” ujar Ringgo.
Menurutnya, jalur alternatif tersebut sudah dapat digunakan masyarakat. Sementara itu, BPJN akan melakukan pembangunan trase baru dengan menggeser posisi jalan ke area yang lebih aman dari potensi longsor.
Langkah tersebut dipilih berdasarkan hasil survei dan penyelidikan lapangan yang menunjukkan bahwa area longsor masih aktif serta memiliki kedalaman yang cukup besar. Kondisi itu dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan perbaikan pada titik yang sama dalam waktu dekat.
“Dari data yang kami miliki, longsoran terjadi . Karena itu, menggeser jalur ke lokasi yang lebih stabil menjadi solusi yang lebih aman dan efisien dibandingkan memperbaiki jalan pada titik longsor saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, pergerakan tanah yang terjadi merupakan bagian dari longsoran lama yang pernah terjadi pada tahun 2021 dan hingga kini masih menunjukkan aktivitas.
BPJN memperkirakan proses pembangunan jalur baru dan pemulihan akses jalan nasional akan memakan waktu sekitar lima bulan.
“Kami menargetkan pekerjaan selesai dalam waktu kurang lebih lima bulan. Namun, jika bisa dipercepat tentu akan lebih baik,” pungkas Ringgo.
(Butje)






