Terungkap ! Adanya Dugaan Kongkalikong Jajaran KPU Sampang Kondisikan KPPS di Karang Penang

Hariyanto saat memberikan keterangan secara terbuka di depan awak media terkait dugaan konkalikong Penetapan Calon KPPS Desa Karang Penang Oloh di sekretariat PPS, Kamis l04/01/2023)

SAMPANG-LACAKPOS-CO.ID-Mewujudkan Pemilu yang demokratis dan berintegtitas salah satu yang menjadi tolak ukur adalah seleksi/rekruitmen tenaga adhoc dengan mengedepankan sisi transparansi dan akuntabilitas publik.

Namun, fenomena adanya carut marut yang terjadi di wilayah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karang Penang khususnya pada Desa Karang Penang teloh menyita perhatian publik dan viral pada pemberitaan media online.

Bacaan Lainnya
Sudar, Ketua PPK Karang Penang ketika dikonfirmasi Tim Lacakpos di Sekretariat Karang Penang

Haryanto, salah satu korban dugaan konkalikong seleksi/rekruitmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan (KPPS) di desanya membuktikan bahwa masih kelompok dan elemen tertentu yang menyusup sehingga apa yang menjadi ekspektasi publik dan sebagaimana Rencana Strategis (Renstra) KPU RI 2020-2024 : “Menjadi Penyelenggara Pemilu Serentak yang Mandiri, Profesional dan Berintegritas” mustahil terwujud.

Dirinya memiliki komitmen sesuai tageline Bawaslu RI : “Bersama Rakyat Awasi Pemilu dan Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.

Kata Hariyanto sebanyak 44 nama yang disusupkan tidak lolos sesuai Berita Acara (BA) Pleno Sabtu, tanggal 30 Desember 2023 Nomor 03/PP.05.1-BA/3513/2023 tentang Calon Anggota KPPS Terpilih pada Pemilu 2024 di Desa Karang Penang Oloh Kecamatan Karang Penang.

Namun kata Hariyanto, setelah dilihat pada website KPU Sampang tanggal 30 Desember 2023 sesuai Pengumuman Nomor : 690/PP.04.Pu/3527/2023 tentang Hasil Seleksi Calon Anggota KPPS untuk Pemilu tahun 2024 se Kabupaten Sampang, sebanyak 44 nama berubah sebagaimana BA Pleno PPS Desa Karang Penang Oloh.

“Sontak kami bersama 44 calon KPPS terpilih yang lain melakukan Croshcheck Data pada papan pengumuman dan menggeruduk secara spontanitas di sekretariat PPS”, kata Hariyanto saat memberikan release secara terbuka pada beberapa awak media,

“Bersama rekan yang lain yang menjadi korban perilaku oknum penyelenggara dalam manipulasi data, Hariyanto tetap akan memperuangkan dan akan membuka konkalikong ini ke publik”, tegasnya kepada tim lacakpos di sekretariat PPS, Kamis, (04/01/2024).

Terpisah, Sudar ditemui di sekretariat PPK Karang Penang mengakui jika persoalan ini berawal dan dipicu ketika orang-orang dekatnya Ketua PPS Karang Penang Oloh tidak lolos sebagai Calon Anggota KPPS.

Semakin terkuak konkalikong ini, ketika salah satu anggota PPS Desa Karang Penang Oloh diajak oleh Oknum PPK Karang Penang untuk menggelar Pleno Penetapan KPPS di rumahnya.

“Saya tidak mau Pak, ketika di telepon untuk menggelar Pleno Penetapan KPPS di rumah salah satu PPK Karang Penang, dengan alasan PPS Desa Karang Penang Oloh memilki sekretariat yang representatif”, ungkapnya.

Dirasa menjadi temuan yang cukup fundamental, Tim Lacak berusaha mengkonfirm Ketua KPU Sampang, Adi Imansyah, namun dirinya enggan membalasnya dan bungkam sampai berita ini ditayangkan.

(Abd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *