Drainase Tersumbat, Desa Jati Kembali Dilanda Banjir, Selvi Tjuluku Soroti Jalur Air dari Arah Bandara

Anggota DPRD Halmahera Utara, Selvi Caluku berbincang dengan warga Desa Jati, kecamatan Kao(Fic/lacakpos.co.id)

HALUT, Lacakpost.co.id — Banjir yang kembali melanda permukiman warga di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Halmahera Utara, Selvi Tjuluku.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kao dan sekitarnya selama kurang lebih tiga jam pada 19 Mei 2026. Curah hujan yang tinggi menyebabkan air meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga dan merendam sejumlah titik permukiman.

Bacaan Lainnya
Anggota DPRD Halmahera Utara, Selvi Tjuluku berbincang dengan warga Desa Jati, kecamatan Kao(Fic/lacakpos.co.id)

Menanggapi kondisi tersebut, legislator dua periode dari Partai NasDem itu turun langsung ke lokasi banjir sekitar pukul 13.54 WIT untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus memeriksa penyebab utama banjir yang terus berulang di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan itu, Selvi menilai buruknya kondisi drainase menjadi faktor utama yang menyebabkan banjir di Desa Jati semakin parah dari tahun ke tahun.

“Dulu masih terdapat saluran drainase sehingga air dapat mengalir dengan lancar dan kondisi banjir tidak separah sekarang. Namun saat ini drainase telah tersumbat dan dipenuhi semak sehingga air mudah meluap ke permukiman warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerusakan drainase menyebabkan aliran air kehilangan jalur pembuangan sehingga setiap kali hujan deras turun, air langsung meluap ke kawasan permukiman.

Selvi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pihak PT Nusa Halmahera Minerals dan pemerintah daerah terkait kemungkinan penanganan banjir. Akan tetapi, menurutnya, pembahasan mengenai bantuan alat berat masih sebatas komunikasi dan belum dapat dipastikan terealisasi.

Menurut Selvi, langkah paling mendesak saat ini ialah melakukan normalisasi dan perbaikan drainase dari arah Bandara Kuabang Kao menuju Desa Jati. Jalur tersebut dinilai menjadi sumber utama kiriman air yang memperparah banjir di kawasan permukiman warga.

“Yang paling penting saat ini adalah perbaikan drainase dari arah bandara karena debit air kiriman dari sana cukup besar. Jika jalur utama ini tidak dibenahi, banjir akan terus terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, warga Desa Jati, Nus Derek berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan banjir tidak terus menjadi ancaman bagi masyarakat setiap musim hujan.

Menurut warga, kondisi drainase yang rusak dan tidak terawat menyebabkan aliran air tidak memiliki jalur pembuangan yang baik sehingga akhirnya meluap ke kawasan permukiman. Warga berharap penanganan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar banjir yang selama ini terus berulang dapat segera diatasi secara permanen.(Fic)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *