HALUT, LacakPos.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Selvi Tjuluku, memastikan akan turun langsung ke lapangan menindaklanjuti polemik pelaksanaan Program Rumah Tematik di Desa Kao, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.
Selvi Tjuluku, legislator dua periode dari Partai NasDem, menjelaskan bahwa persoalan tersebut mencuat setelah DPRD melakukan rapat bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Halut. Dalam rapat tersebut terungkap adanya sejumlah kegiatan yang belum berjalan maksimal di lapangan.
“Dalam program itu ada beberapa jenis kegiatan, salah satunya TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), yakni sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan yang menekankan peran aktif masyarakat dan pemerintah dalam mengurangi sampah dari sumbernya,” jelas Selvi. Jumat (31/01/2026) kepada wartawan ketika ditemui di kediamannya.
Selain TPS3R, kata Selvi, terdapat pula program air bersih yang menjadi bagian dari kegiatan di wilayah Dapil III. Namun berdasarkan hasil peninjauan awal, masih ditemukan sejumlah persoalan, termasuk keterlibatan anggota pelaksana yang dinilai belum maksimal.
“Ini nantinya juga menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Utara. Bahkan, ada keluhan warga terkait pekerjaan TPS3R yang hingga sekarang upah pekerjanya belum dibayarkan,” ungkapnya.
Selvi menambahkan, setelah kunjungan kerja DPRD, Dinas Perkim juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun DPRD akan mencocokkan hasil sosialisasi tersebut dengan data riil di lapangan.
“Kami akan mencocokkan data dari dinas dengan kondisi di lapangan. Yang pasti, Dinas Perkim harus bertanggung jawab dan ada penyelesaian atas persoalan ini. Kami akan duduk bersama dinas terkait untuk membahas hasil kunjungan kerja bersama masyarakat,” tegasnya.
Terkait progres pembangunan, Selvi mengungkapkan bahwa dari 217 unit perumahan, pihak dinas mengklaim 113 unit telah selesai. Namun berdasarkan hasil peninjauan DPRD, jumlah tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi faktual.
“Setelah kunjungan kami, belum ditemukan 100 persen seperti yang diklaim sudah selesai,” katanya.
Ia berharap, pada pertemuan berikutnya, seluruh pihak dapat bersama-sama memastikan kondisi lapangan secara objektif. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan sebelumnya masih sebatas pertemuan di kantor desa dan belum menyentuh pemanfaatan program secara maksimal.
“Kami juga akan menyasar Dinas PUPR, karena di sana terdapat jenis kegiatan yang berjalan bersamaan. Kemarin kami belum melakukan hearing dengan PUPR. Ke depan, kami akan mengagendakan hearing dan melibatkan langsung masyarakat Kao,” tutup Selvi.
(FIC)





