Sukses Gelar Street Fighter Tahuna 2026 Handry Pasandaran Buktikan Sangihe Punya Petarung Tangguh

Caption: Street Fighter yang sedang bertarung. (ist)

SANGIHE, LacakPos.co.id – Gelaran Street Fighter Tahuna 2026 sukses menyita perhatian masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tak hanya menghadirkan pertarungan sengit dari 40 petarung berbagai sasana lokal, ajang yang berlangsung di Sport Centre Tahuna Beach Hotel ini juga menjadi bukti nyata kepedulian dan komitmen dr. Handry Pasandaran dalam mendorong kemajuan olahraga bela diri di daerah.

Caption: dr. Handry Pasandaran Ketua Panitia (kaus hitam),Tony Mandak(Anggota DPRD)(kaus putih),Plh Kapolres Sangihe AKBP Edwin Humokor, (memakai kemeja).(ist)

‎Di bawah sentuhan kepanitiaan yang dipimpin dr. Handry Pasandaran, pertandingan kategori Boxing Freestyle dan Kick Striking Freestyle berlangsung di Tahuna sport center pada Sabtu,8/8-26 dengan meriah, aman, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

‎Ajang tersebut bahkan menjadi salah satu kegiatan olahraga yang mencuri perhatian dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Bacaan Lainnya
Caption: Ketua Panitia Pelaksana. dr. Handry Pasandaran. (ist)


‎Keberhasilan pelaksanaan Street Fighter Tahuna 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Selain mampu menghadirkan tontonan olahraga yang menarik, kegiatan ini juga dinilai memberikan ruang bagi generasi muda Sangihe untuk menyalurkan energi, bakat, dan kemampuan mereka melalui kegiatan yang positif.

‎Ketua Panitia Pelaksana, dr. Handry Pasandaran, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat.

‎“Puji Tuhan, seluruh rangkaian pertandingan Street Fighter Tahuna malam ini sukses terlaksana dengan aman dan kondusif. Evaluasi kesehatan dan standar ketat penggunaan safety gear yang kami terapkan sejak awal terbukti efektif, sehingga risiko cedera berat dapat kita minimalisir bersama,” ungkap dr. Handry seusai penutupan.

‎Komitmen Handry dalam memastikan keselamatan peserta menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Meski mengusung konsep street fighter atau pertarungan bebas, panitia tetap menerapkan standar keamanan melalui pemeriksaan kesehatan, technical meeting, penggunaan perlengkapan keselamatan, hingga pengawasan selama pertandingan.

‎Tenaga kesehatan profesional juga disiagakan di lokasi untuk memastikan kondisi para petarung mendapat perhatian dan penanganan apabila terjadi cedera.

‎Bagi Handry, keberhasilan event tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah di atas ring. Lebih dari itu, Street Fighter Tahuna diharapkan menjadi titik awal untuk membangun ekosistem pembinaan olahraga bela diri yang lebih baik di Sangihe.

‎“Melihat keberhasilan dan animo malam ini, kami semakin optimis. Ini adalah awal dari kebangkitan pembinaan olahraga bela diri di daerah kita,” katanya.

‎Ia juga menyampaikan harapan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

‎“Terima kasih kepada pemerintah daerah, Forkopimda, para sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung penuh panggung positif bagi generasi muda Sangihe ini,” tambahnya.
‎‎(Rinny)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *