MELONGUANE, LacakPos.co.id — Selasa, 22 September 2026 Kondisi pelayanan listrik di Kabupaten Kepulauan Talaud kembali menjadi perhatian masyarakat. Di tengah pemadaman bergilir dan pasokan listrik yang dinilai belum maksimal, penambahan daya pada salah satu gerai ritel modern, MR DIY, menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan LacakPos, daya listrik pada gerai tersebut disebut mengalami peningkatan dari sebelumnya 2.200 VA menjadi 66.000 VA. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kebijakan dan pertimbangan teknis Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Melonguane dalam memberikan sambungan maupun penambahan daya kepada pelanggan komersial.
Sorotan tersebut muncul karena pada saat yang sama sejumlah aktivitas masyarakat dan pelayanan publik masih terdampak gangguan pasokan listrik.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pelayanan kesehatan di RSUD Mala. Selain itu, aktivitas pelayanan administrasi pada sejumlah instansi pemerintahan serta kegiatan usaha masyarakat juga dapat terdampak ketika terjadi pemadaman atau pasokan listrik yang tidak stabil.
Bagi pelaku usaha dan rumah tangga, gangguan listrik juga dapat menimbulkan kendala dalam menjalankan aktivitas, termasuk risiko kerusakan peralatan elektronik dan terganggunya kegiatan ekonomi.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan publik mengenai bagaimana PLN menentukan prioritas pelayanan dan penyaluran daya ketika kapasitas sistem kelistrikan di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan.
Sejumlah pertanyaan yang berkembang di masyarakat antara lain mengenai kapasitas daya yang tersedia, perhitungan cadangan sistem, mekanisme penambahan daya bagi pelanggan baru maupun pelanggan lama, serta pertimbangan teknis PLN dalam menjaga keandalan pasokan bagi seluruh pelanggan.
Masyarakat juga berharap pelayanan listrik dapat diberikan secara transparan dan berdasarkan ketentuan yang berlaku, tanpa membedakan pelanggan berdasarkan jenis maupun skala usahanya.
Karena itu, masyarakat meminta PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai penambahan daya MR DIY dari 2.200 VA menjadi 66.000 VA, termasuk kapan penambahan tersebut dilakukan, sumber atau kapasitas sistem yang digunakan, serta apakah penambahan daya tersebut berdampak terhadap sistem kelistrikan dan pola pemadaman di Melonguane.
Hingga berita ini diturunkan, pihak ULP PLN Melonguane belum memberikan keterangan resmi terkait alasan teknis penambahan daya tersebut maupun hubungan kebijakan itu dengan kondisi pasokan listrik di wilayah Melonguane.
LacakPos memberikan ruang kepada pihak PLN ULP Melonguane maupun manajemen PLN terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab atas informasi yang diberitakan. (Jemmy Pandesingka)






