SANGIHE, LacakPos.co.id – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna dalam mendorong kemandirian warga binaan kembali mendapat sorotan positif. Hal ini dibuktikan melalui keterlibatan aktif Lapas Tahuna dalam Gelar Karya Disabilitas Internasional yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe,Rabu (3/12/2025).
Pada kesempatan tersebut, Lapas Tahuna menampilkan produk unggulan KaDJi Shop Karya di Balik Jeruji, yang merupakan hasil kreativitas dan keterampilan warga binaan. Produk-produk ini langsung menarik perhatian para pengunjung dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe menilai kualitas karya warga binaan kian meningkat dan memiliki daya saing yang kuat. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka peluang kolaborasi dengan Lapas Tahuna dalam mewujudkan ekonomi yang inklusif.
“Produk ini tidak hanya layak dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi besar dikembangkan hingga ke level regional bahkan nasional,” ujarnya saat meninjau stan pameran.
Apresiasi serupa juga datang dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ia menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terus terjalin dengan Lapas Tahuna. Menurutnya, produk KaDJi Shop memiliki nilai unik dan peluang besar untuk terus dikembangkan serta dipromosikan secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial turut menyalurkan bantuan sosial kepada enam warga binaan Lapas Tahuna sebagai wujud kepedulian terhadap kelompok rentan. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar penerima manfaat.
Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, serta Dinas Sosial, atas dukungan dan keterlibatan aktif Lapas Tahuna dalam berbagai agenda daerah.
Ia menjelaskan bahwa KaDJi Shop merupakan strategi pemasaran inovatif yang dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Inovasi ini juga merupakan implementasi dari proyek perubahan Kepala Lapas Tahuna sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2025 di Pusjar SKMK LAN RI Aceh, yang bertujuan membuka akses pasar lebih luas bagi karya warga binaan.
Partisipasi Lapas Tahuna dalam ajang ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas bukan hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pada penguatan keterampilan, produktivitas, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan berdaya saing.
(*Rinny)






