Rapat Evaluasi dengan BNPB, Pemkab Tanah Datar Ajukan Bantuan untuk Mempercepat Pemulihan

Foto : Rapat Evaluasi Bersama Sestama BNPB, Bupati Eka Putra Sampaikan Kebutuhan Mendesak Korban dan Pengungsi Minggu (30/11/2025)/Dok. Prokopim

TANAH DATAR — LACAKPOS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali menggelar evaluasi penanganan bencana melalui pertemuan virtual dengan Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian. Rapat yang berlangsung di Posko Utama Kampung Teleng, Minggu (30/11/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Eka Putra bersama jajaran OPD teknis.

Dalam sesi pemaparan, Bupati menggambarkan kondisi lapangan yang masih dinamis. Sejumlah nagari di berbagai kecamatan terdampak banjir bandang, banjir genangan, tanah longsor, dan hembusan angin kencang yang terjadi beruntun selama beberapa hari terakhir.

Menurut data sementara yang disampaikan dalam rapat, 35 nagari dinyatakan terdampak. Dua warga telah ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang masih dinyatakan hilang. Total pengungsi mendekati 7.000 jiwa dan tersebar di sejumlah titik evakuasi.

Infrastruktur dan Sektor Pertanian Mengalami Kerusakan Serius

Selain korban jiwa, kerusakan fisik menjadi persoalan besar. Laporan teknis pemerintah daerah menunjukkan puluhan rumah warga hilang atau tidak layak ditempati. Beberapa ruas jalan dan jembatan rusak parah sehingga beberapa wilayah masih sulit dijangkau. Fasilitas pendidikan, rumah ibadah, hingga sentra layanan pemerintah juga tidak luput dari dampak.

Bupati menyebutkan lahan pertanian seluas hampir lima ratus hektare terdampak, sehingga berpotensi mengganggu siklus produksi dan penghidupan petani dalam jangka menengah. Dengan situasi ini, fokus pemerintah daerah bukan hanya evakuasi tetapi juga memastikan masyarakat tidak terisolasi logistik maupun informasi.

Kebutuhan Mendesak: Dari Alat Berat hingga Perlengkapan Pengungsi

Di hadapan BNPB, Bupati menguraikan kebutuhan bantuan prioritas. Pemkab Tanah Datar saat ini memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada, namun pergerakan di lapangan masih terhambat. Beberapa titik seperti Guguak Malalo hanya bisa dijangkau melalui jalur air menggunakan kapal atau perahu, terutama ketika cuaca memburuk.

Bupati mengajukan permohonan sejumlah peralatan vital, mulai dari dua excavator tambahan untuk membuka akses, sepuluh unit toren air bersih, dua unit mobil tangki, hingga kebutuhan operasional seperti genset, toilet portabel, senter, dan perlengkapan khusus bayi maupun perempuan. Seluruh daftar kebutuhan akan disampaikan resmi untuk pemrosesan bantuan BNPB.

Respons BNPB: Distribusi Bantuan Dipercepat

Menanggapi paparan daerah, Sestama BNPB Dr. Rustian menyatakan komitmen untuk mempercepat distribusi bantuan yang dikategorikan sangat mendesak. Terkait permintaan helikopter, ia menyampaikan keterbatasan armada saat ini, namun menyarankan optimalisasi jalur air dan dukungan bahan bakar untuk operasional di lapangan.

Dukungan Swasta dan Perantau Mulai Mengalir

Di sela rapat evaluasi, posko menerima dukungan dari berbagai pihak. Bank Nagari Sumbar menyerahkan mesin genset, senter, selimut, serta paket sembako senilai Rp25 juta melalui Direktur Operasional Zilfa Efrizon. Bantuan beras sebanyak satu ton juga dikirim perantau asal Sungayang melalui PT Arifan Makmur Properti.

Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi atas perhatian tersebut. Bantuan, katanya, akan segera disalurkan kepada warga dan pengungsi yang membutuhkan, sembari berharap solidaritas ini menjadi kekuatan moral bagi masyarakat yang tengah berjuang kembali bangkit.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *