Tanah Datar Krisis Alat Berat, Akses Jalan Masih Terputus

Foto : Tanah Datar Krisis Alat Berat, Akses Jalan Masih Terputus/Dok. Prokopim

TANAH DATAR — LACAKPOS.CO.ID – Di tengah proses pemulihan pasca banjir bandang yang melanda Tanah Datar, kebutuhan alat berat menjadi tantangan utama. Material kayu besar, bongkahan batu, serta timbunan lumpur masih menutup jalan dan lingkungan permukiman di sejumlah kecamatan. Kondisi ini membuat evakuasi maupun distribusi bantuan tidak berjalan maksimal.

Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bersama unsur Forkopimda Tanah Datar dan Padang Panjang, Bupati Eka Putra mendapati bahwa sebagian jalur menuju pengungsian belum bisa dilalui kendaraan biasa. Tim lapangan terpaksa menggunakan alat berat untuk membuka jalan dan memindahkan barang kebutuhan dasar.

Peralatan Terbatas dan Kerusakan di Lapangan

Pemerintah daerah telah mengoperasikan seluruh alat berat yang dimiliki, namun jumlahnya tidak mencukupi. Total lima unit dikerahkan ke area terdampak, empat merupakan milik Pemda dan satu unit merupakan alat sewaan. Upaya tersebut terganggu karena satu unit excavator milik daerah hanyut saat banjir bandang menerjang, sehingga kemampuan operasi di lapangan menurun.

Hingga akhir November, hanya satu unit tambahan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Barat yang terlihat membantu proses pembersihan. Satu unit ini bekerja berpindah-pindah, menangani lokasi prioritas yang masih tertutup material, terutama jalur menuju titik pengungsian.

Lebih dari Sekadar Membuka Akses

Keterbatasan alat berat tidak hanya berdampak pada pembukaan jalur. Di sejumlah lokasi terisolir, alat berat menjadi sarana utama untuk mengevakuasi warga dan memindahkan logistik. Petugas lapangan mengandalkan excavator maupun bulldozer untuk membawa makanan, obat-obatan, dan keperluan vital lain karena kendaraan biasa tidak bisa masuk.

“Bukan sekadar menggeser material. Di beberapa titik, alat berat menjadi satu-satunya cara untuk mengangkat bantuan ataupun membawa warga keluar dari lokasi yang terputus,” begitu disampaikan Bupati kepada tim lapangan saat evaluasi penanganan.

Harapan Bantuan dari Berbagai Pihak

Di tengah situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengajukan permohonan dukungan alat berat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah pusat, hingga jaringan perantau. Semakin cepat penanganan material, semakin cepat stabilitas daerah kembali pulih.

Bupati menegaskan, percepatan pengerahan alat berat akan memperpendek waktu pemulihan dan mengurangi risiko bencana lanjutan. Dengan akses yang kembali terbuka, evakuasi, penyaluran logistik, serta pemulihan sosial masyarakat dapat berjalan lebih efektif.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *