Kasus Kenpark, Kajari Perak Cepat Limpah ke PN Surabaya, Apa Kata Publik ?

SURABAYA – LACAKPOS.CO.ID- Kasus insiden ambrolnya perosotan Kenjeran Water Park (kenpark) Surabaya memasuki tahap baru, pasalnya kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Meski sempat lelet saat di penyidikan, kasus ambrolnya perosotan Kenpark terbilang sangat cepat saat di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

Berkas dinyatakan lengkap P21 tidak sampai 14 hari sejak di terima, bahkan ketika penyidik melengkapi berkas-berkas Tahap II yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan cepat melimpahkan berkas tersebut ke pengadilan hanya dalam waktu 7 hari.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kajari Tanjung Perak Surabaya Aji Kalbu Pribadi saat dihubungi awak media.

“Berkasnya Sudah kita limpahkan ke Pengadilan”. tegas mantan Kajari Karang Asem ini, Kamis, (24/11/2022)

Atas kinerja Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, berbagai Ormas Dan Elemen Masyarakat semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa khususnya Kejari Tanjung Perak Surabaya.

Ferdinand Hutahaean selaku Direktur Eksekutif Indonesia Polisi Monitoring (IPM) sangat mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya atas dilimpahkannya berkas tersebut ke pengadilan.

“Kami sangat apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak akan penanganan kasus ambrolnya perosotan Kenpark Surabaya yang sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri, kami juga meminta kepada pengadilan agar segera menjadwalkan sidang untuk pembacaan dakwaan demi tegaknya keadilan”. Kata Ferdinand Hutahaean.

Fauzi Humas DPW BNPM Jatim sangat mengapresiasi pula langkah dari Kejari Tanjung Perak Surabaya atas di limpahkannya kasus Kenpark ini ke pengadilan.

Awal kasus ambrolnya Kenpark Surabaya terjadi sabtu, (07/05/2022) dan Penyidik Satreskrim Polres Tanjung Perak menetapkan 3 tersangka, Manager Operasional berinisial SB, General Manager berinisial PS dan Soetiadji Yudho selaku Pemilik Kenpark.

Dengan pertimbangan dan alasan objektif dan alasan subjektif sebagaimana diatur pada KUHAP pasal 21 ayat (1), dan ayat (4), ancaman pasal dibawah 5 tahun, para tersangka kooperatif dan pengelola membiayai penuh pengobatan serta perawatan 17 korban, kepada para tersangka tidak dilakukan penahanan baik pada tingkat penyidikan maupun saat T-2 di Kejari Perak.

(Abdul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *