MINAHASA, LacakPos.co.id – SMA Negeri 2 Pineleng Minahasa memulai Ujian Sekolah Berbasis Proyek Karya Tulis Ilmiah (USBP-KTI) di lingkungan sekolah Rabu (15/4/2026).
USB-Karya Tulis Ilmiah yang di buka oleh Koordinator Pengawas Pembina (Korwas) SMA-SMK Dinas Pendidikan Daerah Sulut Macshon Kantale MPd, berlangsung aman tanpa kendala.
Dalam penyampaian Korwas Machson Kantale MPd, menyatakan para siswa yang ikut ujian sekolah berbasis proyek harus tampil berani berinovasi.
“Iya para siswa yang mengikuti ujian sekolah berbasis proyek harus berani berinovasi. Sebab di sini ada penilaian peningkatan kualitas siswa ketika mau melanjutkan ke perguruan tinggi,” kata Kantale kepada Lacakpos.
Selain itu Kantale mengapresiasi SMA Negeri 2 Pineleng yang berani tampil melaksanakan ujian sekolah berbasis proyek penuh inovasi pertama 2026.
“Saya kagum dan mengapresiasi SMA Negeri 2 Pineleng yang tampil berani berinovasi dalam ujian sekolah berbasis proyek. Di Minahasa ada dua sekolah yang melaksanakan USB Proyek 2026, yakni SMAN 2 Pineleng dan SMAN 2 Tompaso,” ujarnya.
Sementara Kepala SMAN 2 Pineleng Jein Santy Mokolinug mengatakan, ujian sekolah berbasis proyek baru kali ini di laksanakan dengan judul materi ‘inovasi pembuatan sabun batangan berbahan dasar minyak nabati dan kopi’.
“Ujian sekolah berbasis proyek memang baru pertama di laksanakan oleh SMAN 2 Pineleng. Di harapkan tahun depan tetap memakai sistim ini,” ungkap Kepsek Jein penuh optimis.
Lanjutnya, ujian sekolah berbasis proyek di jalankan dua sesi, dengan mapel pilihan Kimia, Fisika, Biologi dan Matematika yang berkaitan hubungan dengan zat kimia.
“Untuk ujian peserta siswa kelas XII di berikan pilihan mata pelajaran untuk mempresentasikan hasil karya ilmianya,” tukasnya.
Kegiatan ujian sekolah berbasis proyek sejogianya akan berjalan selama sepekan mulai tanggal 15-21 April 2026.
Sementara itu Rico peserta ujian melalui karya ilmianya bertajukan pemanfaatan limbah plastik menjadi sebuah tas. Dengan tujuan untuk mengurangi sampah yang tak bernilai, agar dapat di kelola menjadi barang yang ada nilainya.
“Dengan harapan mensosialisasikan dahulu kepada masyarakat bagaimana desain dan motif sesuai dengan perkembangan zaman,” terang Rico.
Hal yang sama di sampaikan siswa kelas XII Eudia Injili Matimbang melalui karya ilmiah sabun batang alami yang terbuat dari bahan dasar minyak nabati dan kopi.
Eudia sapaan akrabnya, mengatakan di jaman sekarang banyak pembuatan sabun batang terbuat dari bahan kimia dan sering di pakai perempuan pada kulitnya.
Untuk merespon hal itu Eudia dengan karya ilmiahnya mencoba membuat sabun batang dari bahan dasar minyak nabati dan kopi tanpa bahan kimia.
“Iya kami membuat sabun batang yang terbuat dari minyak nabati dan kopi tanpa dengan bahan kimia,” ucap Eudia Injili Matibang.
Besar harapan kedepan nantinya semoga pembuatan sabun batang alami boleh dapat berkembang dan maju, serta tidak lagi memakai sabun batang dari bahan kimia.(kix)







