Hari Buruh 2025, GPLT Isam Unjuk Rasa di PT NHM Tuntut Hak Pekerja

Gerakan Pemuda Lingkar Tambang (GPLT) Isam melakukan aksi unjuk rasa di PT Nusa Halamahera Minerals (NHM), Kamis (01/05/2025)

HALUT- LACAKPOS.CO.ID- Puluhan Masa Aksi yang mengatas namakan Gerakan Pemuda Lingkar Tambang (GPLT) Isam kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut masalah pembayaran gaji para karyawan selama ini belum terealisasi oleh pihak menajemen di depan pintu Masuk PT Nusa Halamahera Minerals (NHM), Kamis (01/05/2025)

Dalam aksinya tersebut, massa aksi menuntut pihak PT NHM segera Realisasi apa yang menjadi hak pekerja, adapun 16 poin tuntutan yang di layangkan oleh para massa aksi itu harus dituntaskan

Bacaan Lainnya
Tuntutan Gerakan Pemuda Lingkar Tambang (GPLT) Isam

Koordinator aksi, Abetnego Lasa saat di konfirmasi mengatakan, aksi untuk memperingati May Day atau hari Buruh Internasonal adalah hal yang wajar untuk diakukan aksi di sana.

” Namun dengan kesempatan itu juga, bukan hanya untuk memperingati Hari Buruh Internasonal, tapi di kesempatan untuk menyampaikan aspiarasi kita terkait dengan karyawan yang di rumahkan ataupun secara umum pekerja yang hak- haknya di kebiri selama ini kurang lebih satu Tahun mau jalan dua tahun ini,” ucap Abetnego Lasa.

Selain itu ada banyak hal -hal yang tidak di ketahui oleh publik yang kami telah bukakan disana, kurang lebih 16 poin tuntutan dan itulah yang di lakukan oleh korporet dan badan serikat yang benar benar tidak memihak dan sangat merugikan pekerja oleh sebab itu dasar kami hadir tadi itu menyampaikan aspirasi tersebut

Abetnego juga mengatakan yang pasti dari awal pihaknya telah menyurat per tanggal 18 maret, dan meminta di partit kemudian kemarin di tanggal 28 juga lagi lagi tidak ada etikat baik dari pihak menajemen PT NHM untuk menyelesaikan persoalan hak hak buruh ini.

” Namun kami tidak akan kehilangan semangat, kami tetap memperjuangkan hak kami dan kami menantikan Agenda tripartit bersama dengan Pemprov Maluku Utara, jika kedepan tidak terjadi titik temu damai sebuah kesepakatan, maka kami tetap akan lanjut ke PHI kami akan Berproses hukum dengan PT NHM,” tegas Abet

Afrida Erna ngato selaku dewan Aman Nasional utusan reijen Kepulauan Maluku juga mengatakan secara moral dan semangat ada dengan kawan – kawan buru Tadi apalagi mereka adalah anak anak Adat suku Isam yang sedang memperjuangkan haknya , jadi tentu kami mendukung secara spirit semangat sangat mendukung mereka yang memperjuangkan haknya.

Afrida juga mengatakan bahwa aksi tadi bukan aksi pemberontakan, tapi aksi tadi adalah sebuah hak yang memang harus di perjuangkan karna itu hak Asasi, jadi tidak unsur yang lain- lain.

Dan selanjutnya jalur formal yang sedang di tempuh karna seperti saat ini dari pendamping Hukum dari kawan kawan buruh NHM yang sedang berjuang ini juga yang dampingi mereka itu juga dari PPMAN.

Dimana AMAN mempunyai sayap Organisasi yang namanya Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN), dan karna Anak ini adalah bukan sebagai buruh, tapi identitas mereka sebagai Masyarakat Adat isam.

” Yang mana angota Aman dan saya kepala sukunya, jadi sudah otomatis tanggungjawap aman nelayani melindungi dan membela masyarakat Adat,” tutup Afrida.

(Fransisko Mandalika)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *