MINSEL, LacakPos.co.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino Tahun 2026 melalui Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana yang digelar di Lapangan Mapolres Minahasa Selatan, Selasa (4/8/2026).
Apel dipimpin langsung Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., didampingi Kapolres Minahasa Selatan AKBP David Candra Babega, S.I.K., M.H. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama lintas sektor dalam mengantisipasi meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran permukiman selama musim kemarau.
Dalam arahannya, Bupati Franky Wongkar menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya sebatas seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui koordinasi yang kuat, kesiapan personel, serta optimalisasi sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
Fenomena El Nino 2026 diperkirakan membawa musim kemarau yang lebih panjang dan kering dibanding kondisi normal. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan ekstrem, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.
Data di Kabupaten Minahasa Selatan menunjukkan ancaman tersebut sudah mulai dirasakan. Selama Juni hingga Juli 2026 tercatat lima kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan luas terdampak sekitar 7,5 hektare, serta enam insiden kebakaran bangunan. Sebagian besar kasus dipicu kelalaian manusia, korsleting listrik, dan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan bersama TNI, Polri, instansi teknis, serta seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah mitigasi melalui patroli terpadu, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, penerapan prinsip zero burning, pemeriksaan instalasi listrik di kawasan permukiman, edukasi kepada masyarakat, penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan peralatan darurat, serta pengamanan sumber-sumber air bersih.
Bupati Franky Wongkar juga mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya bencana dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membakar sampah sembarangan, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.
Menurutnya, keberhasilan menghadapi dampak El Nino tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah dan aparat, tetapi juga ditentukan oleh disiplin serta kepedulian seluruh masyarakat. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat Minahasa Selatan.
Turut hadir dalam apel tersebut Kapolres Minahasa Selatan AKBP David Candra Babega, Wakapolres Kompol Juli Bandangan, jajaran Forkopimda, unsur Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan, Kodim 1302/Minahasa, Pengadilan Negeri Amurang, pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, serta Kepala Pos SAR Amurang Steven Lumowa. (Eka Putra)






