Ketika Doa Leluhur Bergema, Ritual Tulude Menyatu di Usia 601 Sangihe

Caption: Upacara adat Tulude Sangihe ke 610 tahun.(Rinny/LacakPos)

SANGIHE, LacakPos.co.id Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Upacara Adat Tulude yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai adat dan budaya hingga tetap lestari sampai hari ini.

Upacara adat sakral tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di Papanuhung Santiago, Tahuna, pada Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Dewan Adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para tamu undangan.

Bacaan Lainnya

Tulude merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Sangihe yang sarat makna spiritual. Ritual ini menjadi simbol rasa syukur atas kehidupan, perlindungan, serta berkat yang telah menyertai perjalanan hidup masyarakat sepanjang tahun yang telah dilalui.

Puncak prosesi ditandai dengan arak-arakan Kue Tamo Tulude, kue adat berbahan alami yang diusung secara sakral oleh Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Prosesi ini melambangkan ungkapan terima kasih kepada Tuhan dan penghormatan kepada roh para leluhur, sekaligus menjadi doa bersama demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sangihe.

Upacara Adat Tulude tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, bersama rombongan. Kedatangan Wakil Gubernur disambut secara adat oleh Dewan Adat sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol eratnya hubungan antara pemerintah dan nilai-nilai budaya lokal.

Beragam rangkaian prosesi adat turut ditampilkan, mulai dari pembacaan doa-doa adat yang dilantunkan dalam syair etnik Sangihe, hingga pertunjukan seni budaya dan tarian daerah. Seluruh rangkaian ritual mencerminkan kuatnya nilai spiritual, kearifan lokal, serta jati diri masyarakat Sangihe yang tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.

Dalam sambutannya,Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan satu tahun yang telah dilalui. Ia menegaskan bahwa Tulude bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud spiritualitas masyarakat Sangihe sebagai ruang perjumpaan batin antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Sementara itu,Ketua Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Lukman Makapuas, saat ditemui media sebelum acara dimulai, mengungkapkan rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Kepulauan Sangihe yang kini memasuki usia ke-601 tahun. Ia berharap nilai-nilai adat, kebersamaan, dan semangat persatuan yang diwariskan para leluhur terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pelaksanaan Upacara Adat Tulude ini, masyarakat bersama pemerintah kembali meneguhkan komitmen untuk memelihara nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan sebagai warisan luhur yang menyatukan masyarakat Sangihe di tengah keberagaman dan tantangan zaman.

(Rinny Kampong)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *