Dinas Pariwisata Mantapkan 1001 Event: Wujudkan Bukittinggi Kota Wisata Berkelas

Caption: Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi terus mematangkan program 1001 Event Marwah Kota Wisata. Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, S.STP., M.Si, menegaskan komitmen. ( ist)

Mendukung Visi-Misi Kepala Daerah Menuju Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya

BUKITTINGGI, LacakPos.co.id — Dalam upaya mendukung visi misi kepala daerah menuju “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya”, Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi terus mematangkan program 1001 Event Marwah Kota Wisata. Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, S.STP., M.Si, menegaskan komitmen tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/12/2025).

Bacaan Lainnya
Caption: Penjelasan dari Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, S.STP., M.Si, terkait komitmen mematangkan program 1001 Event Marwah Kota Wisata. ( ist)

Rofie menjelaskan bahwa visi misi yang telah ditetapkan dalam RPJMD oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias–Ibnu Asis, terus diterjemahkan dalam bentuk program nyata pada perangkat daerah. Salah satunya adalah gagasan besar 1001 event sebagai penggerak branding kota wisata.

Kuatkan Kolaborasi Antar-OPD


Caption: Dalam pembahasan dan penjelasan Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, S.STP., M.Si, terkait komitmen mematangkan program 1001 Event Marwah Kota Wisata bersama OPD. ( ist)

Menurutnya, penyusunan dan penguatan roadmap event dilakukan secara kolaboratif dengan seluruh OPD, kelurahan, hingga kecamatan. Melalui FGD yang telah dilaksanakan, Dinas Pariwisata mulai memetakan arah kegiatan hingga empat tahun ke depan.

“Dengan roadmap ini, kita ingin setiap OPD jelas melaksanakan perannya. Bukan hanya sekadar banyak event, namun bagaimana event tersebut menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Rofie.

Ia menegaskan bahwa Bukittinggi hidup dari kunjungan tamu dan retribusi pariwisata. Meski memiliki destinasi utama seperti Panorama, Kebun Binatang, dan Benteng Fort de Kock, diperlukan inovasi baru melalui event-event tematik yang mampu memperkaya pengalaman wisata.

Dorong PAD dari Pariwisata

Caption: Dalam pembahasan dan penjelasan Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, S.STP., M.Si, terkait komitmen mematangkan program 1001 Event Marwah Kota Wisata bersama OPD. ( ist)

Rofie juga menyebutkan pentingnya mempertahankan kontribusi PAD melalui pajak hotel dan restoran. Kolaborasi lintas OPD, termasuk dengan dinas pendapatan, dilakukan untuk memastikan pendataan dan pengawasan berjalan optimal.

“Dengan efisiensi anggaran pusat, daerah harus melakukan banyak inovasi. Di sinilah Dinas Pariwisata harus tampil menjadi OPD yang mampu menghidupi daerah melalui program-program strategis,” tambahnya.

Wujudkan Pariwisata Berbasis Pemberdayaan

Caption: Dalam pembahasan dan penjelasan Kepala Dinas Pariwisata, Rofie Hendria, S.STP., M.Si, terkait komitmen mematangkan program 1001 Event Marwah Kota Wisata bersama. ( ist)

Lebih jauh, Rofie menekankan pariwisata bukan hanya urusan pemerintah tetapi kolaborasi semua unsur—akademisi, media, dan masyarakat. Tantangan terbesar adalah memastikan semua pihak terlibat aktif dalam mendukung kemajuan pariwisata.

“Pariwisata adalah kerja bersama. Dengan kolaborasi total, kita ingin pariwisata kembali menjadi pilar kuat bagi kehidupan masyarakat Bukittinggi,” katanya.

Peran Kelurahan dalam 1001 Event

Sementara itu, Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hendri Yeni, menjelaskan tindak lanjut FGD berupa pengumpulan seluruh Kasi Agama, Sosial, dan Budaya di 24 kelurahan.

Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa event tidak harus bersumber dari APBD. Kegiatan masyarakat yang mencerminkan budaya dan identitas kota tetap termasuk bagian dari 1001 event.

Untuk efektivitas pendataan, dibuat grup WhatsApp khusus pelaporan event. Kelurahan cukup mengirim nama kegiatan, lokasi, waktu, dan hari pelaksanaan, kemudian Dinas Pariwisata yang mengolah narasi dan menyebarkannya melalui media sosial dan videotron Simpang Kangkung.

“Sebelumnya data event hanya sekitar 60-an sejak wali kota dilantik, padahal jumlah di lapangan jauh lebih banyak. Dengan koordinasi yang kuat, kini semua event dapat terpantau,” jelas Yeni.

Ia menuturkan contoh event besar seperti batagak gala datuak di Tarok yang sebelumnya tidak terdeteksi. Kini, mekanisme pelaporan memudahkan seluruh kegiatan masyarakat untuk dipromosikan sebagai bagian dari marwah Bukittinggi sebagai kota wisata. (Advertorial)
( *Zakirman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *