BUKITTINGGI, LacakPos.co.id – Musyawarah Besar (Mubes) VI Himpunan Da’i dan Muballigh (HDM) Kota Bukittinggi berlangsung di Aula Balai Kota Bukittinggi, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperkuat Sinergi Dakwah yang Moderat, Profesional dan Berkelanjutan Menuju Bukittinggi Gemilang”.
Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi H. Ibnu Asis, STP Sutan Saidi, Ketua DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Ketua MUI, unsur Forkopimda, tokoh agama, para da’i dan muballigh serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bukittinggi menegaskan pentingnya peran para da’i dan muballigh dalam menjaga moral masyarakat di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, Kota Bukittinggi yang menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah membutuhkan sosok pendakwah sebagai penjaga akidah dan pembentuk karakter umat.
Ibnu Asis menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
“Pembangunan fisik tidak akan sempurna tanpa pembangunan mental dan spiritual. Karena itu, Mubes ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang memilih pengurus baru, tetapi juga momentum evaluasi dakwah agar lebih menyentuh persoalan umat,” ujarnya.
Ia juga berharap HDM dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program Surau Gemilang, dengan menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat ibadah, pendidikan akhlak, pengembangan ilmu pengetahuan serta benteng moral generasi muda.
Melalui Mubes VI tersebut, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu memperkuat peran HDM dalam menjembatani nilai-nilai agama dengan realitas sosial masyarakat, termasuk menghadapi tantangan era digitalisasi dan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Bukittinggi, H. Gazali, MA, menilai usia HDM yang telah mencapai 26 tahun menjadi bukti kematangan organisasi dalam menjalankan misi dakwah dan pembinaan umat.
Menurutnya, perjalanan panjang HDM menunjukkan kontribusi nyata dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Siapapun yang nantinya terpilih, mari kita dukung bersama demi kemaslahatan umat,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag, juga menekankan pentingnya Mubes sebagai momentum memperkuat nilai religius di tengah masyarakat.
Ia berharap HDM terus menjadi organisasi dakwah yang mengajak masyarakat kepada kebaikan dan mampu menghadapi tantangan era digital dengan membentengi umat dari pengaruh negatif.
“Nilai religius harus ditanamkan sejak dini, termasuk membiasakan anak mencintai Al-Qur’an serta menghidupkan amalan puasa Senin dan Kamis,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Dr. (Cand.) H. Syaiful Efendi, Lc. MA, mengajak seluruh anggota HDM untuk menjaga niat dan memperkuat kolaborasi dalam membina umat.
“Menjadi da’i adalah tugas mulia. Mari terus bersinergi demi memperbaiki umat agar HDM semakin solid dan berkembang,” ujarnya.
Ketua Panitia, H. Afrizal, menjelaskan bahwa pelaksanaan Mubes VI merupakan amanat organisasi sesuai AD/ART HDM karena berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya.
Ia menyebut Mubes menjadi sarana evaluasi organisasi, pemilihan pengurus baru, sekaligus penyusunan program kerja untuk periode mendatang.
Sementara itu, Penjabat Ketua HDM Kota Bukittinggi, Khairunnas, mengenang awal berdirinya HDM sekitar 26 tahun lalu yang lahir dari kepedulian tokoh agama terhadap dinamika sosial dan politik saat itu.
Menurutnya, HDM dibentuk sebagai organisasi sosial keagamaan yang independen dan tidak terikat kepentingan politik tertentu, dengan tujuan menyatukan para da’i dan muballigh di Kota Bukittinggi dalam satu wadah bersama.
(*Zakirman)






