Pemkab Tanah Datar Distribusikan Cadangan Beras Tahap II ke Pengungsi Batu Taba

Foto : Posko Utama Bencana Kabupaten Tanah Datar di Batu Taba, Batipuh Selatan, Minggu (30/11/2025)/Dok. Prokopim

TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali memperkuat dukungan logistik bagi korban bencana dengan menyerahkan satu ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) ke Posko Utama Bencana di Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, pada Minggu (30/11/2025).

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Tanah Datar, Yusnen, yang turut didampingi Asisten I Elizar dan Kepala Dinas Parpora Riswandi. Bantuan kemudian diserahterimakan langsung kepada Camat Batipuh Selatan, Muhammad Sa’ad.

Menurut Yusnen, penyerahan cadangan pangan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa darurat.
“Bantuan ini merupakan komitmen kami untuk menjaga pasokan pangan pengungsi, sehingga masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan tetap mendapatkan kepastian logistik,” ujarnya.

Beberapa hari terakhir, banjir bandang dan longsor melanda wilayah Tanah Datar, menyebabkan dampak kerusakan besar dan mengakibatkan ribuan warga mengungsi. Kecamatan Batipuh Selatan menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah.

Hingga tanggal 30 November 2025, data sementara menunjukkan jumlah pengungsi di Batipuh Selatan mencapai 6.895 orang. Terdata satu korban luka, 64 rumah hanyut tersapu arus, 270 rumah mengalami kerusakan berat, 62 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak ringan.
Bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas—jalan mengalami kerusakan berat di 5 titik, 3 jembatan putus, 2 jembatan rusak berat, 1 jembatan rusak ringan, 2 unit sekolah terdampak, 4 rumah ibadah, 2 jaringan irigasi, serta kerusakan lahan pertanian seluas 13,27 hektare.

Kondisi medan yang terputus mengakibatkan distribusi bantuan tidak dapat dilakukan melalui jalur darat. Penyaluran logistik sebagian besar mengandalkan transportasi air menggunakan perahu, menuntut kerja ekstra dari unsur pemerintah dan tim penanggulangan bencana.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *