Pagar Rumah Miliknya Dihancurkan, Merril Tamburian Mengadu ke Polda Sulut

Merril Tamburian ketika diwawancarai awak media, Selasa (23/05/2023)

MANADO- LACAKPOS.CO.ID – Meril Tamburian selaku pemilik tanah yang pagar rumah miliknya dihancurkan sejumlah orang pada awal bulan April 2023, menyambangi kantor Mapolda Sulut untuk mengadukan nasibnya serta meminta perlindungan hukum.

Dimana, pada hari ini, Selasa (23/05/2023), Meril Tamburian yang ditemui wartawan mengatakan bahwa dirinya datang ke Mapolda Sulut adalah untuk mengadukan perkaranya yang saat ini sedang ditangani oleh pihak Kepolisian Polsek Amurang, dimana Meril merasa dirinya tidak merasa nyaman karena para tersangka saat ini masih bebas berkeliaran.

Bacaan Lainnya

Kepada wartawan, Meril berharapĀ  dengan diadukan perkara tersebut ke pihak Polda Sulawesi Utara agar dapat menjadi atensi dari Kapolda, sehingga perkara tersebut dapat diproses lebih cepat dan para terduga pelaku dapat segera ditahan.

“Mereka tidak ditahan, jikalau terjadi sesuatu nanti, siapa yang bisa torang pe keamanan diri ?” ucap Meril kepada para wartawan di Mapolda Sulut.

Lebih lanjut Meril menerangkan, bahwa perkara tersebut terjadi pada tanggal 1 April 2023 sekitar pukul 09.00 wita, dimana sekitar 6 orang datang dengan mengendarai mobil mendatangi tempat tinggalnya yang terletak di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat dan tanpa ada penjelasan kepada dirinya, sejumlah orang tersebut langsung menghancurkan pagar tembok miliknya sepanjang puluhan meter, bahkan aksi tersebut disaksikan sejumlah masyarakat serta ada sejumlah petugas Kepolisian.

Merasa tindakan sejumlah orang tersebut telah merugikan dirinya, maka pihaknya pun melaporkan perkara tersebut ke Polsek Amurang untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum.

Lebih lanjut diterangkan oleh Merril Tamburian, bahwa pada waktu kejadian pengrusakan tersebut ada sejumlah masyarakat dan anggota Polisi yang turut menyaksikan, hal ini pula yang membuat dirinya mengadukan ke Propam Polda Sulut.

Apalagi dikabarkan para terlapor tidak ditahan, sehingga Meril pun mengadukan hal ini ke Polda Sulut agar mendapat perhatian dan perlindungan hukum, karena dirinya tidak mau terjadi sesuatu yang dapat membahayakan pihaknya dikarenakan tidak ditahannya para terlapor.

Pihak Polsek Amurang sendiri,ketika berita ini naik belum berhasil dikonfirmasi.(SPAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *