Peduli Kemanusiaan, Orari Lokal Bukittinggi Agam Gelar Pelatihan CORE Kesiapsiagaan Bencana

Caption: Usai kegiatan pelatihan CORE para pengurus dan anggota berfoto bersama. ( ist)

Pelatihan diikuti 47 peserta sebagai upaya menyiapkan SDM Orari menghadapi situasi kebencanaan

BUKITTINGGI, LacakPos.co.id – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) memiliki peran strategis sebagai cadangan nasional di bidang komunikasi radio, khususnya dalam memberikan dukungan komunikasi (dukom) pada situasi bencana alam maupun kondisi darurat nonbencana. Dalam menjalankan peran tersebut, ORARI bersinergi dengan berbagai instansi pemerintah seperti BNPB, Basarnas, BPBD, PMI, BMKG hingga LAPAN.

Bacaan Lainnya

Sebagai bentuk komitmen terhadap tugas kemanusiaan tersebut, Orari Lokal (Orlok) Bukittinggi Agam-YH5AK menyelenggarakan Pelatihan Communication in Rescue and Emergency (CORE), Sabtu (20/12/2025), bertempat di halaman Sekretariat Orlok Bukittinggi Agam. Kegiatan ini diikuti oleh 47 orang pengurus dan anggota, mengacu pada Keputusan Ketua Umum ORARI Nomor SKEP-063/ORPUS/KETUM/2025.

Ketua Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK, Syahrul Junaidi, SH (YB5AJO), dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan CORE merupakan momentum penting sebagai wujud nyata pengabdian ORARI kepada masyarakat, terutama di tengah meningkatnya potensi kebencanaan.

“Pelatihan ini adalah langkah awal dalam membangun sumber daya manusia ORARI yang siap mendukung tugas-tugas kemanusiaan. CORE Basic menjadi pelatihan dasar yang sangat penting agar anggota memiliki kesiapan dalam komunikasi rescue dan penanganan bencana,” ujar Syahrul Junaidi-YB5AJO.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Ketua Umum ORARI Pusat, pelatihan CORE dilaksanakan secara berjenjang, yakni CORE Basic, CORE Intermediate, dan CORE Advanced. Untuk tahap CORE Basic, materi disampaikan oleh Suhardedi-YB5DDE, meliputi dasar-dasar teknik radio, manajemen posko, hingga pengenalan komunikasi darurat.

Syahrul Junaidi-YB5AJO berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan hingga tingkat lanjutan. Ia juga mengungkapkan rencana pada tahun 2026, melalui dukungan dana aspirasi Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua Orlok Bukittinggi Agam, Dedi Fatria, SH, MH (YC5AWC), para peserta diupayakan menggunakan seragam khusus CORE sebagai identitas kesiapsiagaan.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kita harus mampu menunjukkan kepedulian dan kemampuan kemanusiaan di lapangan saat terjadi bencana,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul Junaidi-YB5AJO juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim ORARI yang baru-baru ini terlibat langsung dalam dukungan komunikasi kebencanaan di Kabupaten Agam, dengan mendirikan posko di Kecamatan Banuhampu, Malalak, dan Palembayan.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi Teknik Orlok Bukittinggi Agam, Suhardedi-YB5DDE, pada sesi teknik radio menjelaskan secara rinci pengertian dan pemahaman CORE, materi dasar, serta pembekalan teknis komunikasi darurat. Peserta juga dibekali praktik langsung, seperti teknik menyolder dan pembuatan antena darurat.

Dijelaskannya, pelatihan CORE mengacu pada IARU Emergency Communication Guide, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan komunikasi radio, memperkuat jaringan ORARI dengan pemerintah dan masyarakat, menumbuhkan solidaritas kemanusiaan, serta meningkatkan kapasitas teknis anggota sesuai standar internasional.

Pedoman baru CORE ORARI juga menetapkan penggunaan frekuensi darurat internasional, antara lain 7.110 MHz, 14.300 MHz, 21.360 MHz, dan 28.300 MHz, serta frekuensi VHF/UHF khusus ORARI. Selama operasi darurat, frekuensi tersebut hanya digunakan untuk komunikasi kebencanaan dengan sistem Net Control Station (NCS) berjenjang dari tingkat lokal hingga nasional.

Dalam manajemen posko, CORE mengatur tiga fase utama, yakni pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana, mencakup pelatihan, simulasi, aktivasi jaringan darurat, koordinasi lintas lembaga, hingga evaluasi dan publikasi laporan kegiatan.

Melalui pelatihan ini, Orari Lokal Bukittinggi Agam-YH5AK diharapkan semakin siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi kebencanaan, serta terus berperan aktif dalam mendukung kemanusiaan melalui komunikasi radio yang cepat, tepat, dan andal.
(Zakirman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *