SANGIHE, LacakPos.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dengan mengirim dokter dan bidan mengikuti Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Pelatihan yang diselenggarakan Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara bersama Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan daerah tersebut berlangsung di Qualiti Hotel Manado pada 14–20 Juni 2026. Kegiatan diikuti tenaga kesehatan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Program ini bertujuan memperkuat kompetensi dokter dan bidan dalam memberikan pelayanan kontrasepsi yang aman, bermutu, serta sesuai standar pelayanan kesehatan. Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan teori, peningkatan keterampilan klinis, hingga pendekatan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan masyarakat.
Keikutsertaan tenaga kesehatan dari Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya untuk mendukung program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di wilayah kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan di daerah.
“Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dokter dan bidan, agar pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat dapat dilakukan secara profesional, aman, dan sesuai standar. Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara optimal di fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar dr. Handry Pasandaran.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu prioritas Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas hingga ke wilayah kepulauan.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan program keluarga berencana, sehingga masyarakat Sangihe dapat memperoleh layanan kesehatan yang semakin profesional, aman, dan berkualitas.
(*Rinny)






