MINAHASA, LacakPos.co.id — Usia 18 tahun menjadi momentum bagi Pemerintah dan masyarakat Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menatap pembangunan desa ke depan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Desa Tateli Satu yang dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Gracia Yubelinda Oroh, S.E., bersama pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, Bumdes, perangkat desa dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gracia mengajak seluruh masyarakat Tateli Satu untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah desa. Menurutnya, perjalanan 18 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi bagian dari proses panjang yang telah dilalui masyarakat bersama.
Ia berharap dukungan masyarakat terhadap program pemerintah terus diperkuat, sehingga berbagai rencana pembangunan yang ditujukan bagi kepentingan warga dapat berjalan dan memberikan manfaat.
Gracia juga mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Menurutnya, kerja sama lintas pemerintahan dan dukungan masyarakat diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan serta membuka peluang pembangunan yang lebih luas.
Ia berharap Tateli Satu ke depan dapat terus berkembang dan menjadi desa yang mampu memberikan kontribusi positif bagi Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa hingga Sulawesi Utara.
“Selamat ulang tahun ke-18 Desa Tateli Satu. Kiranya apa yang menjadi kerinduan masyarakat dan pemerintah desa dapat terealisasi pada waktu dan cara Tuhan,” pesan Gracia.
Pertumbuhan Desa Dimaknai sebagai Penyertaan Tuhan
Ibadah syukur dipimpin Pdt. Nova Tumiwa-Sorongan, M.Th. Dalam khotbahnya, ia mengajak masyarakat melihat perjalanan Desa Tateli Satu melalui perspektif pertumbuhan dan penyertaan Tuhan.
Ia menggunakan ilustrasi tentang pertumbuhan seorang anak yang dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Tanda-tanda pertumbuhan tersebut menjadi pengingat bagi orang tua bahwa kehidupan terus bergerak dan berkembang.
Hal yang sama, menurutnya, dapat dimaknai dalam perjalanan sebuah desa.
Tateli Satu memiliki sejarah, perjuangan dan pengorbanan para pendahulu hingga akhirnya berkembang menjadi desa seperti sekarang. Karena itu, HUT ke-18 menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan tersebut sekaligus mensyukuri penyertaan Tuhan.
Pesan yang disampaikan dalam khotbah tersebut juga mengingatkan masyarakat agar pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai perubahan secara fisik, tetapi juga sebagai pertumbuhan kehidupan sosial dan kebersamaan masyarakat.
Hukum Tua Ajak Warga Saling Mendukung
Hukum Tua Desa Tateli Satu, Toni Pusung, S.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk menjaga persatuan.
Ia menilai pembangunan desa membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah desa, menurutnya, telah berupaya menjalankan berbagai program, namun keberhasilannya tetap membutuhkan partisipasi masyarakat.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah desa mendorong warga untuk memanfaatkan berbagai peluang usaha dan saling mendukung produk maupun usaha yang dijalankan masyarakat setempat.
Toni juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya hadir dalam suasana sukacita, tetapi juga menunjukkan kepedulian ketika ada warga yang mengalami kedukaan.
Menurutnya, kehidupan bermasyarakat membutuhkan rasa saling memiliki. Sukacita dan dukacita merupakan bagian dari perjalanan kehidupan yang harus dihadapi bersama.
“Ketika kita bersatu, kita percaya berkat Tuhan akan menjadi bagian kita semua,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi kerja panitia dan seluruh perangkat desa yang telah terlibat dalam rangkaian kegiatan HUT ke-18.
Sejarah Desa Jadi Bagian Perayaan
Rangkaian acara dipandu Fandy Sondakh, S.Th., sementara ucapan selamat datang disampaikan Sekretaris Panitia HUT Desa Tateli Satu, Cristovel Aling, S.H.
Sejarah Desa Tateli Satu kemudian dibacakan Sekretaris Desa Tateli Satu, Nafiri Patuwo, S.Kel. Pembacaan sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam perayaan karena mengingatkan kembali perjalanan desa dan perjuangan para pendahulu.
Ketua Panitia HUT Desa Tateli Satu, Albert Tenda, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Gracia Yubelinda Oroh, S.E., Hukum Tua Desa Tateli Satu Toni Pusung, Hukum Tua Desa Kalasey Satu Lelly Tonggari, Hukum Tua Desa Tateli Dua Pertiwi Gonibala, Hukum Tua Desa Tateli Weru Ferdiyanto Takser, S.E., tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, Bumdes, perangkat desa serta masyarakat Desa Tateli Satu dari Jaga Satu dan seluruh jaga lainnya.
HUT ke-18 Desa Tateli Satu akhirnya bukan hanya menjadi perayaan bertambahnya usia desa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, menghargai sejarah, serta membangun semangat bersama menuju Tateli Satu yang terus bertumbuh dan berkembang. (Butje)






