AGAM, LacakPos.co.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi sejak Selasa malam hingga Rabu (10/6/2026) dini hari menyebabkan terjadinya longsor di kawasan Sungai Landia, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.
Peristiwa yang terjadi menjelang subuh tersebut mengakibatkan material tanah, lumpur, dan bebatuan dalam jumlah besar menutupi badan jalan utama yang menghubungkan Bukittinggi dengan Maninjau. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhenti total dan tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, akses sementara ditutup hingga proses pembersihan material longsor dapat diselesaikan.
Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi jalur Bukittinggi–Maninjau. Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti dan mencari jalur alternatif untuk mencapai tujuan masing-masing.
Untuk mempercepat pemulihan akses transportasi, alat berat dikerahkan ke lokasi guna membersihkan timbunan tanah dan batu yang menutup badan jalan. Petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar area terdampak agar proses evakuasi dan pembersihan berjalan aman dan lancar.
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, IPTU Irsyad, mengatakan pihaknya fokus pada keselamatan masyarakat selama proses penanganan berlangsung.
“Kami telah mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material dan membuka kembali akses jalan. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan pengguna jalan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi longsor serta mematuhi arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Selain melakukan pembersihan material, tim gabungan juga terus memantau perkembangan cuaca serta potensi longsor susulan. Tingginya curah hujan di wilayah Agam dan Bukittinggi masih berpotensi memicu pergerakan tanah di sejumlah titik rawan bencana.
Masyarakat yang berencana melintasi jalur Bukittinggi–Maninjau diimbau untuk menggunakan rute alternatif dan selalu mengikuti informasi resmi dari petugas maupun instansi terkait guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
Hingga Rabu pagi, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama tim gabungan menargetkan akses jalan dapat segera dibuka kembali setelah kondisi lokasi dinyatakan aman untuk dilalui kendaraan.
(Zakirman)






