Bupati Eka Putra Pimpin Evaluasi Tanggap Darurat: Dapur Umum Mulai Krisis Minyak Goreng, Akses Terisolasi Dikebut Dibuka

Foto : Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM memimpin rapat evaluasi besar pada Kamis (4/12/2025)/Dok. Prokopim

TANAH DATAR — Dalam suasana malam yang tegang di Posko Utama Penanggulangan Bencana Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM memimpin rapat evaluasi besar pada Kamis (4/12/2025). Rapat ini digelar untuk memastikan seluruh unsur pemerintah bergerak serentak dalam menangani dampak banjir bandang dan longsor yang masih melanda sejumlah wilayah di Tanah Datar.

Rapat yang berlangsung hingga larut malam tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Dandim 0307, Kapolres Padang Panjang, para kepala OPD, serta perangkat nagari dan kecamatan. Seluruh peserta berkumpul untuk mengevaluasi pendataan korban, kerusakan infrastruktur, kebutuhan logistik, hingga sinkronisasi informasi dari tingkat nagari hingga kabupaten.


Fokus Utama: Validasi Data dan Distribusi Logistik

Bupati Eka Putra menegaskan bahwa ketepatan data menjadi kunci untuk memastikan bantuan tersalurkan merata dan tepat sasaran.
“Kita harus memastikan semua berjalan dengan baik dan benar. Kecocokan data sangat penting, termasuk pendistribusian logistik dari dapur umum yang harus sampai kepada pengungsi. Jangan sampai ada satu pun pengungsi yang terlewat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tim pendataan di nagari dan kecamatan harus bekerja lebih cepat dan teliti agar tidak ada perbedaan data antara lapangan dan posko kabupaten.


Akses Terputus: Alat Berat Bekerja Tanpa Henti

Bupati juga melaporkan progres terbaru terhadap sejumlah titik kritis yang mengalami longsor.
“Hari ini alat berat terus bekerja di beberapa lokasi, termasuk normalisasi aliran sungai di pinggir jalan Sumpur yang putus. Kita sedang mengupayakan jalur sementara agar akses tidak lumpuh total,” ujarnya.

Upaya percepatan juga difokuskan pada penyambungan jalan Sumpu–Guguak Malalo yang memutus konektivitas warga.
“Jika jalur ini tersambung secara temporer, masyarakat di Guguak Malalo bisa terbebas dari isolasi,” kata Bupati.

Saat ini, dua jorong masih terisolasi:

  • Jorong Baiang, Nagari Guguak Malalo

  • Jorong Subarang Luak, Nagari Batipuh Baruah

Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan bekerja mengirimkan logistik ke wilayah yang hanya bisa dijangkau dengan jalur alternatif dan pengangkutan manual.


Krisis Baru: Dapur Umum Kehabisan Minyak Goreng

Salah satu persoalan yang mencuat dalam rapat adalah menipisnya stok minyak goreng di 20 titik dapur umum. Dengan lebih dari 3.000 pengungsi yang harus disuplai makanan setiap hari, kebutuhan minyak goreng meningkat tajam.

“Saat ini dapur umum kekurangan minyak goreng. Ini sangat urgent. InsyaAllah secepatnya bisa kita penuhi,” kata Bupati.

Koordinasi lintas OPD dan bantuan dari masyarakat serta perantau diharapkan dapat segera menutupi kekurangan tersebut.


Sekda: Semua OPD Harus Turun Langsung

Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi dalam rapat tersebut kembali menekankan pentingnya peran seluruh OPD, bukan hanya BPBD dan Dinsos.

“Seluruh OPD harus turun tangan membantu penanganan bencana, terutama distribusi logistik ke wilayah terisolasi dan area yang membutuhkan perhatian khusus,” tegasnya.

Ia memastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar semua kebutuhan lapangan terpenuhi.


Solidaritas Forkopimda

Hadirnya Dandim 0307 dan Kapolres Padang Panjang dalam rapat menunjukkan sinergi kuat dalam masa tanggap darurat. Mereka menyatakan komitmen untuk terus mendukung pengerahan personel dan pengamanan jalur agar distribusi bantuan berjalan aman dan lancar.


Harapan: Semua Bergerak, Semua Terkoordinasi

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil, evaluasi seperti ini akan terus dilakukan untuk menyesuaikan strategi penanganan situasi di lapangan.

Bupati menutup rapat dengan pesan agar semua pihak tetap solid dan bekerja cepat.
“Kita berada dalam kondisi darurat. Tidak ada waktu untuk berjalan lambat. Pastikan masyarakat tertangani dengan baik, aman, dan tidak kekurangan kebutuhan dasar,” ujarnya.

Penanganan bencana di Tanah Datar masih berlangsung dan kerja keras seluruh unsur terus menjadi harapan bagi ribuan warga yang terdampak.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *