Wakil Wali Kota Ibnu Asis Pimpin Rakor LPTQ Kota Bukittinggi

Caption: Wakil Wali Kota Bukittinggi foto bersama pengurus LPTQ Kota Bukittinggi usai giat rapat. ( ist)

BUKITTINGGI – LACAKPOS.CO.ID Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bukittinggi menggelar rapat koordinasi (rakor) pengurus yang berlangsung di Balaikota Bukittinggi, Jumat (11/7). Rakor ini dalam rangka persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XLI Tingkat Provinsi Sumatera Barat,

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.PT serta dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi diwakili oleh Kepala seksi Bimbingan masyarakat (Kasi Bimas) Islam, H. Zulfikar, dan Kepala bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Bukittinggi, Harmezi serta sejumlah pengurus LPTQ Kota Bukittinggi.

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis,S.PT yang juga seorang mubaligh pada arahannya menekankan pentingnya persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektoral agar Kota Bukittinggi dapat tampil maksimal dalam ajang MTQ tingkat Provinsi tersebut.

“MTQ bukan hanya ajang lomba, tapi juga bagian dari syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Abi sapaan akrabnya.

Ditambahkan keterangan Ibnu Asis, untuk tampil maksimal dalam lomba, tentu harus didasari dengan latihan yang tekun yang didampingi pelatih. Ini kata kunci untuk menjadi sang juara.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, H.Zulfikar, menyampaikan kesiapan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi untuk mendukung penuh persiapan LPTQ, khususnya dalam pembinaan peserta dan penyelarasan teknis dengan pedoman MTQ tingkat Provinsi.

Kepala bagian Kesra Kota Bukittinggi, Harmezi, menambahkan bahwa dukungan dari seluruh unsur Pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberhasilan kontingen Kota Bukittinggi dalam ajang ini.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk menindaklanjuti SK dan periodesasi kepengurusan, pembentukan tim kerja, tahapan seleksi dan pelatihan peserta, serta strategi sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga keagamaan di Kota Bukittinggi.
(**Zakirman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *