SAMPANG- LACAKPOS-CO.ID- Seyogyanya keberadaan Puskesmas Pembantu dibangun dengan maksud meningkatkan akses dan jangkauan pelayanan dasar kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.
Puskesmas Pembantu (Pustu) diharapkan pula dapat mendukung pelaksanaan kegiatan Posyandu, Imunisasi, KIA, penyuluhan kesehatan, surveilans dan pemberdayaan masyarakat,
Pustu memiliki peran yang sama dengan Puskesmas yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyararat.
Pustu dibentuk dalam upaya lebih mendekatkan pelayanan terutama untuk desa-desa yang jaraknya cukup jauh ke Puskesmas.
Namun tidak demikian dengan fenomena yang ada di Desa Birem Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, dari berbagai narasumber yang dihimpun Tim Lacakpos.
“Sangat miris ! layanan kesehatan praktis tak berfungsi pada Pustu Desa Birem, sejak Lukman Hakim dimutasi ke Puskesmas Desa Banjar beberapa bulan yang lalu”, ungkap Iyyak saat ditemui di kantor Kecamatan Tambelangan, Jum’at (27/10/2023)
Namun lucunya kata Iyyak, Lukman ini walau sudah dipindah sejak beberapa bulan lalu ke Puskesmas Banjar Kecamatan Kedungdung, tapi dirinya masih menggunakan fasilitas Pustu Desa Birem, baik sarana Roda 2 maupun fasilitas gedung untuk hunian.
Ditambahkan Basri, warga Desa Birem bahwa setiap kali warga membutuhkan layanan dasar kesehatan sekarang harus bersusah payah menempuh jarak cukup jauh ke Puskesmas Tambelangan.
” Keluhan warga setempat lantaran kerap tutup saat warga hendak berobat harus pulang dengan nada kesal karena tidak ada pelayanan alias tutup”, tambahnya
Kata Iyyak, Kepala UPTD Puskesmas Tambelangan bukan tidak tahu, namun semacam ada pembiaran dan hal ini perlu perhatian khusus pemerintah daerah khususnya OPD teknis, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana
Saat berita ini dilansir, Lacakpos.com masih berusaha meminta tanggapan Bustanul Arifin selaku Kepala UPTD Puskesmas Tambelangan, Senin (30/10/2023)
Sejatinya kata Iyyak, Pustu itu dibangun sekaligus dipersiapkan dengan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan obat-obatan yang siap melayani warga sekitar.
Ditambahkannya, sekarang hanya ada Nakes Magang di Pustu Birem tapi faktanya tidak memberikan layanan kesehatan dan kehadirannya tidak sampai 30 menit serta kedatangannya hanya selfy untuk dilaporkan kepimpinan jika dirinya ada di Pustu,…..apa tidak Miris !” Ungkapnya penuh heran
Masih katanya, saya memberikan kesaksian ini, karena keberadaan Pustu ada di depan rumah saya, makanya saya tahu betul dan ini sebagai bentuk kekecewaan saya kepada pemerintah, karena tanah yang dihibahkan untuk pembangunan Pustu itu dari pinisepuh saya.
(Abd)







Astaga ngerinya, bagaimana bisa wilayah yang aksesnya jauh dari kota memiliki puskesmas seperti ini? Bagaimana jika ada pasien yang sekarat? Akses jalan yang sulit di lalui juga menjadi penghalang, semoga dinas kesehatan segera mengetahui dan ditindak lanjuti.