SAMPANG- LACAKPOS.CO.ID – Baru terjadi kali ini di saat Polri sedang mengembalikan Public Trust dan dibawah Kepemimpinan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo masyarakat menaruh harapan semoga bisa menampilkan performa POLRI YANG PRESISI dan POLRI YANG HUMANIS, namun hal ini bertolak belakang dengan apa yang dialami rekan-rekan kalangan jurnalis saat menghadiri Audiensi di Mapolres Sampang.
“Etikanya sudah betul belum, anda sudah lulus sertifikasi belum, kalau sudah daftarkan ke Humas agar tau Kasi Humas ini mana yang terdaftar dan mana yang nggak, kalau tidak terdaftar ngapain dilayani, selama saya Kapolresnya, Saya Perintahkan Kasi Humas untuk beroordinasi secara professional ya, jadi yang dianggap Media adalah yang terdaftar di Dewan Pers dan mempunyai Sertifikasi sehingga tau Kode Etik Jurnalistik”, demikian sekelumit rekaman audio visual Kapolres Sampang, AKBP Arman, Selasa, (14/06/2022).

Rifa’i mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dirinya berniat mengkonfirmasi saat audiensi terkait sulitnya akses informasi public pada era yang mengedepankan sisi transparansi dan akuntabilitas public ke Kapolres Sampang yang terjadi pada Selasa (14/06/2022).
Menurut Rifa’I, amat menyayangkan Statement Kapolres Sampang, AKBP Arman yang viral dikalangan Jurnalis ini penuh kontroversi dan kontradiktif dengan tageline Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dimana ke depan dirinya akan menghadirkan POLRI YANG PRESISI dan Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Polri.
Pernyataan serupa juga disampaikan Kabiro Bratapos Sampang, Riyanto yang kebetulan pula hadir dan didukung penuh Jajaran Redaksi.dan rekan.
“Pernyataan Kapolres Sampang, AKBP. Arman yang disampaikan pada ruangan tertutup dengan cukup lantang dan keras ini bagi saya cukup menghentakkan naluri seorang Jurnalis, Jiwa dan karakter Seorang Jurnalis bagi saya sudah tertanam sejak dini, karena saya dibesarkan dari darah daging Seorang Jurnalis”. ungkap Rian.
“Mohon kiranya sebelum melontarkan sesuatu pernyataan yang memiliki impacht dan mempengaruhi kondusivitas wilayah bahkan nantinya akan mengganggu harmonisasi serta komunikasi yang sudah terjalin baik perlu dipertimbangkan, ini Saya meyakini bukan hanya Lacakpos yang akan turut ambil bagian untuk mengomentari Statement yang penuh kontroversi ini, bahkan elemen, Civil Society dan Pegiat Pers yang lain tidak akan tinggal diam, karena eksistensi seorang jurnalis sudah terusik dan perlu disadari eksistensi Saya disini, (hadir di Mapolres maksudnya) bukan sebagai Sub Ordinatnya Polres Sampang apalagi keberadaan kami semua dilindungi oleh Norma dan Hukum Positif, ”kata Rian penuh sesal
Hadir mendampingi Kapolres Sampang, Kasat Intel, AKP. Khoirul, Kasi Provost, Iptu Slamet, Kasat Binmas, AKP. Moh. Muhni dan Kasi Humas serta anggota intel Polres Sampang.
(Abdul)






