SANGIHE, LacakPos.co.id – Kekecewaan warga Kelurahan Kolongan Beha dan Kelurahan Kolongan Beha Baru, Kecamatan Tahuna Barat, kembali memuncak. Merasa berulang kali menerima janji tanpa kepastian, warga melakukan aksi pemalangan jalan pada Selasa (21/7/2026) sebagai bentuk protes atas belum dimulainya pekerjaan pengaspalan yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak Dinasty.
Aksi tersebut dipicu belum terealisasinya hasil kesepakatan dalam musyawarah yang digelar pada 17 April 2026 di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kepulauan Sangihe. Saat itu disepakati pekerjaan pengaspalan dimulai pada Senin, 20 April 2026. Namun hingga lebih dari tiga bulan berlalu, pekerjaan tak kunjung dilaksanakan.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat. Warga menilai komitmen yang berulang kali disampaikan belum dibuktikan melalui pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sebagai bentuk desakan agar janji segera ditepati, akses jalan pun ditutup sementara.
Aksi sempat berlangsung tegang ketika warga terlibat adu argumentasi dengan pemerintah kelurahan, personel Polsek Tahuna, dan perwakilan pihak Dinasty yang datang untuk melakukan mediasi.
Lurah Kolongan Beha Baru, Novine Visita Gansalangi, S.STP, membenarkan adanya aksi tersebut. Menurutnya, masyarakat kembali turun ke jalan karena kecewa terhadap belum terealisasinya kesepakatan yang telah dibuat beberapa bulan lalu. Selain jalan yang rusak, warga juga mengeluhkan debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Ini bukan pertama kali warga melakukan aksi. Sudah beberapa kali masyarakat menagih janji dari pihak Dinasty,” ujar Gansalangi.
Hasil mediasi yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) menghasilkan kesepakatan baru. Pihak Dinasty menyatakan pekerjaan pengaspalan akan mulai dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026.
“Hasil mediasi hari ini disepakati bahwa pengaspalan akan mulai dilaksanakan besok, Rabu, 22 Juli 2026, oleh pihak Dinasty,” kata Gansalangi.
Meski demikian, warga menegaskan tidak ingin lagi hanya menerima janji. Mereka memastikan akan terus mengawal komitmen tersebut hingga pekerjaan pengaspalan benar-benar dimulai sesuai kesepakatan terbaru.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinasty belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab molornya pelaksanaan proyek maupun tanggapan atas tuntutan warga. Masyarakat kini menunggu realisasi janji yang kembali disampaikan dalam mediasi tersebut. (Rinny)






