MINSEL, LacakPos.co.id — Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus memperkuat perhatian terhadap kelompok lanjut usia melalui pengembangan program pendidikan dan pemberdayaan lansia.
Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran 27 Sekolah Lansia se-Kabupaten Minahasa Selatan, yang berlangsung di Balai Desa Tumpaan Dua, Kecamatan Tumpaan, Rabu (9/9/2026).
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan dukungan terhadap pengembangan Sekolah Lansia sebagai bagian dari implementasi Program Sidaya atau Lansia Berdaya.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara yang telah mendukung hadirnya program tersebut.
Apresiasi juga diberikan kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Selatan, para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan program.
Program Sekolah Lansia dinilai memiliki peran penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat lanjut usia. Pembangunan daerah, menurut Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan kelompok lansia memperoleh ruang untuk hidup sehat, sejahtera, produktif dan bermartabat.
Sekolah Lansia menjadi salah satu bentuk pendidikan sepanjang hayat. Melalui program ini, para lansia mendapatkan kesempatan untuk terus belajar, memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, menjaga kesehatan serta membangun kemandirian.
Dengan demikian, usia lanjut tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk tetap aktif, berdaya dan memberikan kontribusi di tengah keluarga maupun lingkungan sosial.
Sebelum peluncuran 27 Sekolah Lansia tersebut, sejumlah sekolah lansia telah aktif di beberapa wilayah Minsel. Di antaranya berada di Desa Munte, Kecamatan Tumpaan; Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang Barat; Desa Boyong Atas, Kecamatan Tenga; Desa Malola Satu, Kecamatan Kumelembuai; serta Desa Wiau Lapi dan Desa Rumoong Atas, Kecamatan Tareran.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 27 Sekolah Lansia resmi diluncurkan. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 25 desa dan 2 kelurahan pada 16 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan.
Tidak berhenti di angka tersebut, Pemkab Minsel menargetkan hingga akhir 2026 dapat terbentuk 47 Sekolah Lansia yang tersebar di 17 kecamatan.
Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui kerja sama dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan semakin luasnya cakupan program, semakin banyak lansia di Minahasa Selatan diharapkan memperoleh kesempatan untuk belajar, menjaga kesehatan, mengembangkan kemampuan dan tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Alfrida Bayang, M.Kes., Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga yang mewakili Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran.
Turut hadir para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan; Terry Lolowang, S.E., selaku Camat Tumpaan; serta para camat lainnya yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Hadir pula Dr. Cony Toliu, Kepala Puskesmas Tumpaan, para PLKB baik yang hadir langsung maupun secara daring, Elke Poluakan, S.KM., Hukum Tua Desa Tumpaan Dua, bersama para lurah dan hukum tua yang mengikuti kegiatan secara daring.
Kegiatan juga dihadiri Ibu Gembala Olga Sundanding yang memimpin doa, serta para lanjut usia yang hadir langsung di lokasi maupun mengikuti kegiatan secara daring dari 14 kecamatan lainnya.
Melalui penguatan Sekolah Lansia, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berharap kelompok lanjut usia semakin mendapatkan ruang untuk berkembang, hidup sehat, mandiri dan tetap berperan aktif dalam keluarga serta masyarakat. (Eka Putra)






