MINSEL, LacakPos.co.id — Personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa Selatan terus bekerja keras menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah kecamatan.
Operasi pemadaman berlangsung di tengah kondisi cuaca yang panas, kepulan asap pekat, serta medan yang cukup berat. Para petugas tetap dikerahkan secara intensif untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Di tengah tugas yang cukup berisiko tersebut, kesehatan personel menjadi perhatian pemerintah daerah. Petugas Damkar yang terlibat dalam penanganan karhutla menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan di Gedung Waleta Pemkab Minsel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para personel tetap prima sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap, kelelahan, maupun kondisi kerja selama operasi pemadaman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Minahasa Selatan, Nixon W.S. Mukuan, S.Sos., mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan sekaligus kesiapan petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla.
“Petugas di lapangan bekerja dalam kondisi yang cukup berat. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk memastikan mereka tetap sehat, aman, dan mampu melaksanakan tugas pemadaman secara maksimal,” ujar Nixon, Selasa (8/9/2026).
Selain memastikan kondisi personel, Nixon juga menyampaikan imbauan Bupati Minahasa Selatan kepada masyarakat agar ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla.
Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.
“Mari kita bersama-sama menjaga hutan dan lahan di Kabupaten Minahasa Selatan. Jangan melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun karena dampaknya sangat merugikan lingkungan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama selama kondisi cuaca kering.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan pun terus mengerahkan berbagai sumber daya dalam pengendalian karhutla, mulai dari personel pemadam, peralatan pendukung hingga layanan kesehatan bagi petugas yang berada di lapangan.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan selama musim kemarau sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.
Nixon mengungkapkan, sejak Januari hingga Selasa (8/9/2026), petugas Damkar Minahasa Selatan telah menangani dan berhasil memadamkan kebakaran di 162 titik.
Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya intensitas penanganan karhutla yang dilakukan petugas Damkar di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa Selatan sepanjang tahun berjalan. (Eka Putra)






