Kalapas Tahuna Gelar Tatap Muka Perdana, Tegaskan Komitmen Keamanan dan Pemenuhan Hak WBP

Caption: Kalapa Tahuna gelar tatap muka perdana dengan Warga Binaan. ( ist)

SANGIHE, LacakPos.co.id Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna,Yosef Leonard Sihombing, menggelar tatap muka perdana bersama seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal perkenalan kepemimpinan sekaligus penyampaian arahan strategis terkait keamanan, disiplin, serta pelaksanaan program pembinaan di dalam Lapas.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan Lapas Tahuna tersebut, Yosef menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan seluruh program pembinaan. Ia mengajak seluruh WBP untuk menjaga kerukunan, saling menghormati, serta mematuhi setiap aturan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“Mari sama-sama kita menjaga ketertiban yang ada di Lapas Tahuna. Jika keamanan terjaga dengan baik, maka seluruh program pembinaan yang saudara-saudara ikuti dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Yosef di hadapan para WBP.

Selain menekankan aspek keamanan, Kalapas juga menyampaikan komitmen penuh dalam pemenuhan hak-hak integrasi WBP, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Asimilasi. Ia memastikan seluruh proses pengusulan akan dilaksanakan secara transparan, objektif, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya pastikan setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hak integrasi, selama berkelakuan baik dan memenuhi seluruh persyaratan administratif maupun substantif,” tegasnya.

Dalam arahannya, Yosef turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kamar dan blok hunian guna menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Ia juga mendorong WBP untuk memanfaatkan masa pidana dengan kegiatan positif, seperti meningkatkan ibadah, memperbaiki sikap, serta merencanakan masa depan yang lebih baik setelah bebas.

Lebih lanjut, Kalapas memotivasi para warga binaan agar berjiwa besar dalam menerima konsekuensi hukum sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup.

“Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan tersebut dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tandasnya.

Kegiatan tatap muka ini ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana Kalapas membuka ruang tanya jawab serta menerima berbagai aspirasi, masukan, dan saran dari WBP. Yosef berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan sebagai bahan evaluasi internal dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di Lapas Kelas IIB Tahuna.
(*Rinny Kampong)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *