SANGIHE, LacakPos.co.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kepedulian sosial kembali menjadi pesan yang menguat di tengah masyarakat. Kali ini, Bank BRI Cabang Tahuna menunjukkan empati dengan berbagi kasih kepada anak yatim serta anak-anak pemulung di Kota Tahuna dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.Sabtu(20/12-25)
Bentuk bantuan diberikan kepada dua panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Lohoraung Tahuna dan Panti Asuhan Imanuel Tahuna. Dalam kunjungan tersebut, Pimpinan Cabang BRI Tahuna bersama pegawai turun langsung menemui anak-anak, menyerahkan paket bantuan, dan melihat kondisi mereka dari dekat.
Momen sederhana namun penuh makna itu menghadirkan senyum dan kehangatan bagi para penghuni panti. Kehadiran orang dewasa yang peduli menjadi “hadiah Natal” tak ternilai bagi anak-anak yang selama ini tumbuh tanpa kehadiran orang tua.
Tak berhenti pada lingkungan panti asuhan, aksi kemanusiaan BRI Tahuna juga menjangkau anak-anak pemulung yang setiap hari menggantungkan hidup dari limbah di kawasan TPA Malebur, Sangihe. Mereka menerima bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok sebagai dukungan menjelang perayaan Natal.
Meski hidup dalam keterbatasan, raut polos penuh harapan terpancar dari wajah anak-anak tersebut. Senyum dan sapaan kecil saat bertemu tim BRI Tahuna menjadi simbol bahwa perhatian sosial mampu menghadirkan harapan, sekecil apa pun bentuknya.
Pimpinan Cabang BRI Tahuna, Dafi Qisthi, menyebut kegiatan ini merupakan komitmen lembaga perbankan untuk tetap dekat dengan masyarakat.
“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan empati kami kepada anak yatim serta masyarakat di sekitar TPA. Kami ingin momen ini menjadi bukti bahwa BRI hadir bukan hanya dalam aktivitas perbankan, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan,” ujarnya.
BRI Tahuna berharap langkah kecil ini dapat menjadi dorongan moral bagi masyarakat lainnya untuk ikut berbagi. Menjelang Natal, pesan kemanusiaan kembali dihidupkan: bahwa kasih tidak pernah memandang status, usia, ataupun kondisi ekonomi.
Aksi sosial ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan perayaan keagamaan, ada tanggung jawab sosial untuk memperhatikan mereka yang kurang beruntung.
Senyum, pelukan, dan ucapan terima kasih dari anak-anak menjadi catatan sederhana bahwa kemanusiaan masih terus hidup.
Dari Tahuna, semangat berbagi kasih terus digaungkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan, tetapi kesempatan menghadirkan cinta bagi sesama.
(Rinny)







