DPP & Orlok Bukittinggi Agam–YH5AK Audiensi dengan Wali Kota: Siap Sukseskan SES HJK ke-241 dan 1 Abad Jam Gadang

Caption: DPP dan Pengurus Orlok Bukittinggi Agam-YH5AK foto bersama Wali Kota Bukittinggi setelah audensi. (Ist)

MINANG, LacakPos.co.id Dewan Pengawas dan Penasehat (DPP) Orlok Bukittinggi Agam–YH5AK yang dipimpin Drs. Syamsir Suleman (YB5ICB) bersama Ketua Orlok Bukittinggi Agam, Syahrul Junaidi, SH (YB5AJO), serta jajaran pengurus lainnya, menggelar audiensi bersama Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias, SH, Selasa (25/11/2025) di Balaikota. Pertemuan ini menjadi ruang penyampaian rencana kerja serta agenda besar Orari Lokal Bukittinggi Agam yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Dalam pemaparan yang disampaikan Ketua Bidang Organisasi, Masri, S.Pd., M.Pd. (YC5AFK), dijelaskan bahwa DPP dan Pengurus Orlok Bukittinggi Agam masa bakti 2025–2028 telah resmi dikukuhkan oleh Staf Ahli Wali Kota, Melfi Abrar, pada Oktober 2025. Masri juga menguraikan bahwa Orlok Bukittinggi Agam tengah mempersiapkan dua kegiatan besar: Special Event Station (SES) dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-241, serta SES 1 Abad Jam Gadang.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyambut positif rencana tersebut. Ia bahkan mengungkapkan kedekatannya dengan dunia komunikasi amatir.
“Sebelum ada seluler, saya dulu juga main HT. Jadi soal ORARI saya sudah lama tahu,” ujarnya sambil mengenang masa-masa awal perkembangan komunikasi radio.

Lebih jauh, Ramlan juga menegaskan bahwa Bukittinggi sarat nilai sejarah, termasuk perjalanan bendera pusaka merah putih dan catatan awal lahirnya polisi wanita Indonesia yang berasal dari Bukittinggi.

Ketua Orlok Bukittinggi Agam, Syahrul Junaidi, SH (YB5AJO), menjelaskan bahwa kedua kegiatan SES akan dipusatkan di ikon Kota Bukittinggi, Jam Gadang. Ia menambahkan, Wali Kota diminta membuka kegiatan secara resmi melalui komunikasi QSO. Untuk SES 1 Abad Jam Gadang, Wali Kota dijadwalkan melakukan QSO dengan stasiun amatir di Belanda—suatu bentuk simbolik sejarah yang kuat antara Bukittinggi dan masa kolonial.

Terkait permohonan fasilitasi, Wali Kota menegaskan bahwa pihak Orari perlu mengajukan surat resmi kepada panitia agar dapat dilibatkan secara penuh dalam dua kegiatan besar tersebut.

Selain itu, Syahrul Junaidi juga memaparkan aktivitas Communication and Rescue (CORE) ORARI Lokal Bukittinggi Agam–YH5AK yang rutin bergerak dalam dukungan komunikasi kemanusiaan. Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan Hari PDRI pada Desember 2025 yang juga akan digelar di Bukittinggi.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal menuju kolaborasi lebih kuat antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Orari Lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan komunikasi publik, sejarah kota, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
(*Zakirman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *