Hukumtua Desa Tateli Dua Hadiri Workshop Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Mandolang

Caption: Hukumtua Desa Tateli Dua, Pfifner Parengkuan, S.H., saat di wawancarai, ia menyampaikan terkait percepatan program penanganan stunting. [Foto: Butje/ LacakPos]

MINAHASA, LacakPos.co.id Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting di Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kecamatan Mandolang menggelar Workshop Percepatan Penurunan Stunting, pada Kamis (9/10/2025) bertempat di Mercy Water Park, Tateli Satu.

Hukumtua Desa Tateli Dua, Pfifner Parengkuan, S.H., menyampaikan bahwa percepatan program penanganan stunting sudah masuk dalam perencanaan dan penganggaran desa. Hal tersebut disampaikan usai kegiatan saat diwawancarai.

Bacaan Lainnya
Caption: Usai kegiatan foto bersama Hukumtua Desa Tateli Dua Pffifner K Parengkua, dan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Camat Mandolang Reyly Yurike Pinasang, serta para Stakehol Kesehatan. [Foto: Butje/LacakPos)

“Program percepatan sudah tertata dalam APBD Desa tahun 2024 maupun 2025. Saat ini, kami tengah menangani satu anak yang masuk kategori stunting dan empat anak berisiko. Untuk mereka, telah dilakukan pemberian makanan tambahan selama 90 hari berturut-turut, dan anggarannya sudah tersedia,” jelas Parengkuan.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi desa untuk terus memperkuat kolaborasi melalui Gerakan Orang Tua Asuh Bebas Stunting (Genting), di mana masyarakat berkemampuan diharapkan turut berperan membantu anak-anak berisiko stunting.

“Kami berharap melalui gerakan Genting ini, masyarakat dan pemerintah bisa bersama-sama menciptakan Desa Tateli Dua yang bebas stunting,” pungkasnya.

Sebelum acara dimulai, kegiatan diawali dengan doa pembukaan, kemudian sambutan dari Camat Mandolang, Reyly Yurike Pinasang, S.E., yang menekankan pentingnya komitmen bersama lintas sektor untuk mencapai target penurunan stunting di wilayah Kecamatan Mandolang.

Selanjutnya Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, yang membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey. Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya percepatan program penanganan stunting sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Masalah stunting bukan hanya karena anak terlihat pendek atau kurus, tetapi karena kekurangan gizi sejak awal kehidupan. Oleh sebab itu, peran keluarga dan pemerintah desa sangat penting dalam menjaga pola makan anak,” ujar Wabup Vanda Sarundajang dalam arahannya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Martina Lengkong, S.E., turut memberikan bimbingan kepada para kader PKK dan perangkat desa. Ia menekankan pentingnya peran ibu dan keluarga dalam pemenuhan gizi anak serta menjaga kebersihan lingkungan.

“PKK terus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam pemenuhan gizi seimbang dan pola hidup sehat,” tutur Martina Lengkong.

Hadir dalam kegiatan tersebut para Hukumtua, Kepala Puskesmas, stakeholder kesehatan, dan perangkat desa dari seluruh wilayah Kecamatan Mandolang. Workshop ini berlangsung interaktif dengan pembahasan data lapangan, strategi percepatan, serta rencana tindak lanjut di tingkat desa.

Catatan Redaksi:
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, dengan menitikberatkan pada penguatan peran pemerintah desa, kader PKK, dan partisipasi masyarakat.
( Butje/Span/Juan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *