Terbantahkan ! Disebut Kasus Tenggelamnya Bocah di Sampang Water Park Sudah Selesai, Kasat Reskrim : Hargai Mindik

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP. Sukaca, SH.,MH

SAMPANG- LACAKPOS.CO.ID- Simpang siur dan menjadi tanda tanya publik dalam 2 (dua) bulan terakhir, proses hukum tenggelamnya bocah yang sedang berlangsung pada Satreskrim Polres Sampang akhirnya terungkap dan terbantahkan jika belum selesai.

Berikut wawancara eksklusif Tim Lacakpos dengan Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP. Sukaca, SH.,MH, Rabu, (30/08/2023)

Bacaan Lainnya

“Terkait penyelidikan kasus tenggelamnya seorang bocah Sampang Water Park (SWP) saat ini masih sedang berlangsung dan ditangani Unit II”, ungkap perwira tiga balok emas ini

Menanggapi informasi di luar pihaknya, memastikan jika proses hukumnya masih sedang berproses dan permintaan keterangan kepada para pihak yang dianggap mengetahui adanya peristiwa pidana terus dilakukan.

Terakhir kata Pak Sukaca, para pihak yang patut dimintai keterangan, baik Pelapor, Pengelola, beberapa management ketika dilayangkan surat panggilan, namun tidak hadir dan memenuhi harapan penyidik.

Dirasa lucu sekali kata mantan Kapolsek Jatirejo Mojokerto ini, pihaknya menerima surat dari Kuasa Hukumnya, H. Bahri jika dirinya tidak sanggup menghadirkan para pihak untuk dimintai keterangan sebagai saksi karena ada tekanan dari owner sang pemilik SWP, H. Toha.

“Saya selaku Pengendali Teknis Penyidikan pada Satreskrim Polres Sampang menyatakan secara “Administrasi Penyidikan” (Mindik) kasus tenggelamnya bocah ini belum selesai, karena penyidik sampai saat ini masih berusaha minta keterangan beberapa pihak”, tegas Pak Sukaca

Dirinya berharap semua pihak menghargai Mindik yang sedang dilakukan oleh jajarannya dan tidak perlu menyimpulkan sebelum ada kepastian proses hukum.

Sejalan dengan keterangan Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP. Sukaca, Kuasa Hukum Pelapor, H. Bahri mengakui jika dirinya sudah mengirim surat ke Satreskrim, jika selaku Kuasa Hukum menyerahkan proses hukum ini ke Penyidik, karena dirinya sudah tidak mampu menghadirkan para saksi yang layak dan patut untuk dimintai keterangan.

Hal ini disampaikannya kepada Tim Lacakpos, Kamis (07/09/2023) di ruang tunggu PTSP Kejari Sampang.

Sebelumnya, didampingi keluarga dan kuasa hukumnya, H. Suhan selaku Ayahanda korban mendatangi TKP di Jalan Pahlawan Kelurahan Rongtengah ini untuk mengetahui dan memastikan lokasi tenggelamnya Ananda tercinta RS, bagaimana kronologis, rangkaian peristiwa dan mencocokkan sebagaimana yang disampaikan management bersama humas saat mengantarkan jenazah ke rumah duka di Desa Kepong Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan.

Alhasil, setelah dilakukan olah TKP disaksikan keluarga korban, pegiat pers, masyarakat pengunjung, Owner SWP, H. Moh. Toha bersama humasnya dan setelah melihat rekaman CCTV di ruangan management, disimpulkan oleh H. Suhan terlalu banyak yang ditutup-tutupi dan diduga ada pembohongan publik.

Saat press release di depan kantor management SWP, H. Suhan secara tegas menyatakan “Minta Keadilan !”
Selasa, (04/07/2023)

Bagaimana tidak, kata H Sulhan setelah melihat CCTV dan survey di lokasi peristiwa, dirinya menyatakan jauh dari fakta, apa yang disampaikan oleh sosok yang menyatakan dari management bersama humas di rumah duka, dan saya menyimpulkan ini ada “Pembohongan Publik”

(Tim Lacak)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *