Otoriter ! Kisruh Ketua KONI, Saran Kadisporabudpar Kabupaten Sampang Tak Digubris

Foto: Cuplikan video amatir antara H. Hoiri dan Wasik selaku Ketua KONI Sampang dan capture H. Marnilem sebagai Kadisporabudpar Kabupaten Sampang

SAMPANG- LACAKPOS.CO.ID- Seakan tidak pernah sepi sorotan terhadap sosok yang penuh kontroversi ini, sejak dilantik sebagai Ketua KONI Sampang, Senin (18/01/2021)

Di awal tahun menjabat, Abdul Wasik sudah ramai menjadi perbincangan publik karena terkait dugaan skandal asmara dengan salah satu ASN Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang.

Pertengahan 2022 lalu, saat Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur VII yang digelar di 3 daerah yakni, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso, masyarakat dan Bupati Sampang berharap KONI dibawah kendali Wasik dapat mewujudkan dan minimal pertahankan peringkat 26 dan bahkan target 20 besar menjadi buah impian.

Namun sebaliknya, Wasik memboyong prestasi selaku Ketua KONI berbuah kekecewaan dengan meraih peringkat 38 sebagai urutan terbawah dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur.

Di tahun 2022 juga, Wasik diberitakan secara masive yang diduga ngemplang sisa Dana Hibah KONI TA 2021 senilai Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah)

Bahkan diperparah dengan viralnya video perseteruan antara H. Hoiri mantan Kades Palenggiyan Kecamatan Kedungdung vs Wasik selaku Ketua KONI Sampang, kamis, (16/02/2023)

Bahkan dalam rekaman video amatir sangat jelas, sang Ketua KONI ditunjuk-tunjuk oleh H. Hoiri.

“Sungguh jika bukan dirimu yang memperlakukan saya seperti ini, maka putus leher itu”, bentak H. Hoiri serasa kecewa berat

“Kamu emang tidak miliki etika di dalam memimpin sebuah organisasi, selain otoriter dan merasa KONI menjadi milik pribadi, sehingga mengambil keputusan secara sepihak”, ungkap bung Hoiri penuh sesal

Dalam video rekaman yang beredar luas pada banyak sosmed dan medsos nampak Wasik tersudut dan tidak banyak berkomentar, karena faktanya dari surat KONI yang ditanda tangani dirinya tanggal 10 Pebruari 2023 sudah sangat jelas akan melakukan perampingan dan pengurangan jumlah bidang sehingga jelas H. Hoiri selaku punggowonya cabor bulutangkis di sampang yang merasa dirinya telah banyak berkorban, baik secara materi, waktu dan tenaganya merasa kecewa dan merasa didepak secara sepihak tanpa ada pertimbangan dan rapat internal apapun.

Menanggapi kekisruhan yang terjadi pada KONI yang sangat memalukan tersebut memantik H. Marnilem selaku Kadisporabudpar Kabupaten Sampang perlu angkat bicara.

“Saya sudah menyarankan agar perampingan dan pengurangan jumlah bidang itu bukanlah satu-satunya opsi untuk menjaga keberlangsungan cabor di saat adanya efisiensi anggaran”, tutur H. Marnilem

“Hal itu saya sampaikan saat rapat di aula pemkab sampang beberapa waktu lalu yang dipimpin Pak Sekda, H. Yuliadi Setiawan”, lanjutnya

H. Marnilem melanjutkan, hendaknya jika dimungkinkan mohon untuk mengurangi honor pengurus dan tim monitoring bahkan jika hal yang terburuk itu akan merampingkan pengurus maka hendaknya dibicarakan lebih awal, itu penting.

“Dalam memimpin sebuah organisasi itu tidak mudah, dibutuhkan kedewasaan dan kecermatan dalam mengambil keputusan dan perlunya ditanamkan pada diri kita semua tentunya harus siap menghidupkan organisasi bukan malah cari kehidupan di organisasi”, tutup H Marnilem penuh makna.

Wasik sendiri ketika berita ini naik belum berhasil dikonfirmasi.(Frh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *