Klarifikasi resmi disampaikan Kominfo Minsel menyusul beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang mencatut nama instansi protokol pimpinan daerah.
MINSEL, LacakPos.co.id — Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya potongan percakapan WhatsApp yang mencatut nama instansi protokol pimpinan daerah. Dalam tangkapan layar yang viral di media sosial tersebut, seorang pria bernama Denny Masinambow mengaku sebagai bagian dari staf Protokol Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan.
Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Minahasa Selatan, Tusrianto Rumengan, menyebut Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan tegas membantah klaim yang disampaikan oleh yang bersangkutan. Ia menegaskan bahwa nama tersebut tidak pernah terdaftar dalam struktur protokoler maupun sebagai bagian dari jajaran pegawai Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
“Itu tidak benar. Yang bersangkutan tidak pernah tercatat atau menjadi bagian dari Protokol Pemkab Minahasa Selatan,” tegas Rumengan saat dikonfirmasi awak media, Rabu (31/12/2025).
Lebih lanjut, Rumengan menduga pencatutan jabatan tersebut merupakan inisiatif pribadi oknum bersangkutan yang diduga bertujuan membangun citra tertentu di hadapan lawan bicaranya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan merasa perlu meluruskan informasi tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan publik maupun penyalahgunaan nama institusi pemerintah daerah.
“Kami memastikan percakapan yang beredar tersebut diduga merupakan siasat pribadi untuk mengelabui lawan obrolannya. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai pengakuan sepihak yang tidak memiliki dasar,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga mendorong agar kasus ini segera ditangani secara tuntas oleh pihak kepolisian, sehingga kejelasan hukum dapat ditegakkan dan pelaku memperoleh sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Rumengan turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi dan berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini hingga terang-benderang.
“Kami sebagai pemerintah ikut berduka atas peristiwa ini dan mendoakan agar keluarga korban diberikan kekuatan serta penghiburan sejati oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Berdasarkan penelusuran informasi, Denny Masinambow (DM) diketahui berprofesi sebagai dosen pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Manado (UNIMA). Nama tersebut menjadi sorotan publik Sulawesi Utara setelah mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret dirinya.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat karena korban, seorang mahasiswa asal Nusa Utara, dilaporkan mengalami trauma berat dan kemudian ditemukan meninggal dunia akibat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Peristiwa tersebut memicu gelombang keprihatinan serta desakan publik agar aparat kepolisian dan pihak kampus UNIMA mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas dikabarkan tengah melakukan investigasi internal, sementara kepolisian masih terus mendalami keterkaitan antara dugaan perbuatan terlapor dengan peristiwa meninggalnya korban.
(Eka Putra)






