TANAH DATAR — LACAKPOS.CO.ID – Proses perbaikan dan normalisasi jalur vital Lembah Anai yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi terus dikebut setelah bencana banjir bandang dan longsor melanda kawasan tersebut beberapa hari lalu. Kerusakan parah pada badan jalan, jembatan, serta bahaya material longsor yang masih labil membuat pemerintah harus menutup total akses pada titik-titik terdampak.
Kamis, 4 Desember 2025, Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., dan Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumadi, S.IP, M.Han turun langsung meninjau pengerjaan dan mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melewati kawasan yang sedang dibenahi itu.
Bupati Eka Putra menegaskan bahwa penutupan total ini merupakan langkah yang tidak bisa dihindari mengingat risiko keselamatan yang tinggi.
“Ini jalur vital, benar. Tapi keselamatan lebih penting dari apa pun. Material masih labil, alat berat keluar-masuk, dan situasinya belum memungkinkan untuk dilalui,” ujar Eka Putra kepada Lacakpos.co.id.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pengerjaan berjalan cepat dan efektif.
“Kami mohon warga bersabar. Kita semua ingin jalur ini segera normal kembali, dan penutupan sementara adalah cara terbaik untuk mempercepat proses itu,” lanjutnya.
Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama terkait kapan jalan akan dibuka kembali.
“Banyak beredar info palsu atau hoaks mengenai jadwal buka-tutup jalan. Kami tegaskan, hanya pengumuman resmi dari pemerintah atau aparat berwenang yang dapat dipercaya,” katanya.
Ia menekankan bahwa kepatuhan masyarakat sangat penting agar situasi tetap kondusif.
“Jangan memaksakan melintas, apalagi mencari jalur alternatif berbahaya. Sudah ada petugas yang berjaga di lapangan. Ikuti instruksi mereka,” tambah Kapolres.
Di lokasi yang sama, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumadi menjelaskan bahwa kondisi medan yang berat menuntut pengerjaan cepat dan akurat, sehingga area harus steril dari lalu lintas masyarakat.
“Alat berat bekerja nonstop. Kalau ada kendaraan warga masuk, bukan hanya menghambat, tapi juga membahayakan diri mereka sendiri,” tegasnya.
Dandim juga meminta warga memahami situasi darurat ini.
“Kami sedang bekerja semaksimal mungkin. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar pemulihan cepat selesai,” ujarnya.
Penutupan jalur Lembah Anai dipastikan berlangsung hingga kondisi dinyatakan aman. Pemerintah daerah dan aparat TNI/Polri meminta masyarakat mengikuti jalur alternatif resmi dan memeriksa informasi hanya melalui kanal resmi pemerintah.
Dengan kolaborasi dan kerja sama semua pihak, diharapkan jalur utama Sumatera Barat tersebut dapat kembali difungsikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.(**)






