Wakil Wali Kota Bukittinggi Dukung Peran BCN dalam Penguatan Ekosistem Kreatif Daerah

Caption: Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis foto bersama pengurus BCN dan OPD. (Ist)

BUKITTINGGI – LACAKPOS.CO.ID Pemerintah Kota Bukittinggi menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Bukittinggi Creative Network (BCN) sebagai bagian dari penggerak ekosistem kreatif di kota tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, S.TP, saat menerima audiensi pengurus BCN dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang kerjanya, Senin (28/7).

Dalam pertemuan tersebut, Ibnu Asis menilai BCN memiliki peran strategis dalam mendukung program unggulan (progul) Pemerintah Kota, khususnya di bidang budaya, seni, dan ekonomi kreatif.

Bacaan Lainnya

“Gerakan komunitas seperti BCN menunjukkan bahwa Bukittinggi memiliki potensi luar biasa di sektor ekonomi kreatif. Semangat kolaboratif ini sangat penting dalam mewujudkan visi Bukittinggi yang gemilang, berkeadilan, dan berbudaya,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, menurut Ibnu, berkomitmen memberikan dukungan, tidak hanya dalam bentuk apresiasi, tetapi juga melalui fasilitasi ruang, promosi, dan penguatan jejaring bagi komunitas kreatif. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya sebatas pada sektor fisik, tetapi juga mencakup penciptaan ruang-ruang ekspresi budaya dan inovasi digital.

“BCN dapat menjadi pionir dalam membangun gerakan kreatif yang terstruktur dan berkelanjutan. Ke depan, kami harapkan program yang diinisiasi bukan sekadar seremonial, melainkan mampu bersinergi dengan sektor pendidikan, teknologi, dan ekonomi secara menyeluruh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bukittinggi Creative Network, Benny Saputra, menjelaskan bahwa BCN merupakan forum kreatif lokal yang dibentuk sejak tahun 2022 dan merupakan bagian dari jejaring nasional Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Hingga kini, BCN telah membangun kolaborasi di 17 sub-sektor ekonomi kreatif di Bukittinggi, baik dengan individu, komunitas, maupun lembaga.

“BCN hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor di Bukittinggi. Kami menargetkan pembangunan ekosistem yang lebih kuat melalui sinergi bersama pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas,” tutur Benny.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu momentum penguatan komunikasi antara pemangku kebijakan dengan pelaku kreatif lokal, sebagai bagian dari upaya mengakselerasi Bukittinggi menuju status kota kreatif yang inklusif dan berdaya saing.
(**Zakirman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *