SAMPANG- LACAKPOS.CO-ID – Viral. !!! beredar video pada beberapa media sosial maupun sosmed dan pemberitaan media online atas tragedi yang menimpa seorang bocah, Adil usia 13 tahun yang berdomisili di Jalan Pahlawan V Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang, Rabu (26/04/2023).
Perbedaan keterangan insiden yang terjadi, memantik pertanyaan publik pada video viral, nampak seorang bocah dibopong menuju RS Muhammad Zyn( MZ) Sampang oleh seseorang yang diduga dari tim pencarian dan pertolongan, Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang di lokasi kejadian, Sampang Water Park (SWP), Jalan Pahlawan Kelurahan Dalpenang Sampang.
Untuk mendapatkan akurasi informasi awak Lacakpos mencari tahu dan menghubungi Sdr. Joko yang selama ini intens mempublikasikan Sampang Water Park (SWP) yang baru diresmikan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, Senin, (24/04/2023).
“Sy ditunjuk sbg media SWP”, singkat joko yang tidak lain wartawan analisanews ketika awak Lacakpos minta nomer humas SWP.
Menurutnya, kejadian berawal ketika sang korban naik ke permukaan setelah berenang dan duduk di sekitar musholla, lalu merasa pusing dan sesak nafas serta akhirnya kambuh penyakit bawaannya itu.
Namun ada sedikit kejanggalan informasi dan data dengan apa yang didapat sumber resmi.
Sementara itu dalam release tertulis dari Humas RS MZ menyatakan bahwa : “Pada hari ini tanggal 26/4/2023, benar ada pasien anak dengan inisial A, yang datang ke IGD RSMZ jam 13.30 dengan keterangan dari keluarga post “tenggelam” di kolam renang, saat ini kondisinya pasien masih dalam observasi oleh tenaga kesehatan di RSMZ.”
Bahkan hal ini dikuatkan testimoni sang kakek via video di lokasi yang didampingi Owner SWP, H. Moh. Toha.
“Dari awalnya cucu saya itu punya gejala penyakit syaraf, kayak step itu, pusing-pusing dan setelah SMP gak pernah kambuh,” tutur sang kakek.
Sang kakek melanjutkan, mungkin tadi di kolam ini (area kolam SWP, maksudnya) waktu mandi yang didampingi sang kakak bocah atau kedinginan dan kepleset.
Masih kata sang kakek, keplesetnya bukan yang di dalam tapi yang di dangkal itu, habis itu jatuh, loch kok gak anu….. akhirnya sama sang kakak diambil dan kondisi gak sadar, mungkin gak tenggelam tapi karena kepusingan penyakit yang kambuh itu Loch.
Sementara itu Kepala BPBD Sampang, Asroni menyatakan, kita dari pembukaan SWP memang diminta oleh Pak Sekda, Yuliadi Setiawan termasuk pengelola agar BPBD hadir bersama anggota TNI/Polri untuk monitor dan mengantisipasi jika sampai terjadi seperti itu.
Asroni, ketika diklarifikasi apakah keberadaan lifeguard (penjaga kolam) SWP sudah mendapatkan pelatihan maupun rekomendasi dari BPBD Sampang, pihaknya enggan menanggapi.
(Abd)






