Workshop Edukatif Kultural di Museum Bung Hatta, Siswa SMP Belajar Menulis Cerita dan Pantun

Caption: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi menggelar Workshop Edukatif Kultural di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. ( ist)

BUKITTINGGI, LacakPos.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi menggelar Workshop Edukatif Kultural di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, 26–27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Manulih Carito jo Bacarito” dan “Manulih jo Mambaco Pantun”, serta diikuti siswa SMP negeri dan swasta di Kota Bukittinggi. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong kemampuan generasi muda dalam menulis sekaligus mengenal lebih dekat budaya dan sastra Minangkabau.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Budayawan Bundo Zulzetri, M.Pd., penulis Almujafri Surau, M.Pd., serta Syuhendri, Pamong Budaya Ahli Madya Kesenian Taman Budaya Sumatera Barat.

Hari pertama workshop dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, S.Si., M.Si.

Dalam sambutannya, Albertiusman mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemajuan kebudayaan sekaligus meningkatkan fungsi museum sebagai pusat edukasi bagi masyarakat.

“Workshop Edukatif Kultural ini dilaksanakan dalam rangka upaya pemajuan kebudayaan serta meningkatkan fungsi museum sebagai pusat edukasi,” ujar Albertiusman.

Ia menjelaskan, melalui tema yang diusung, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya berupa cerita dan pantun.

Peserta nantinya mendapatkan materi mengenai pengenalan, struktur, kaidah, hingga teknik menulis. Setelah menerima materi, mereka akan diminta menulis sekaligus membacakan cerita dan pantun yang telah dibuat.

Menurut Albertiusman, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kebudayaan yang dikemas secara kreatif sehingga museum tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda.

Workshop Edukatif Kultural tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati hari lahir Bung Hatta. Pada 2026, kelahiran Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia itu memasuki usia ke-124 tahun.

Kegiatan serupa juga sejalan dengan fungsi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya bagi pelajar. Museum tersebut selama ini menjadi salah satu destinasi edukasi di Kota Bukittinggi yang memperkenalkan sosok Bung Hatta serta nilai-nilai perjuangannya kepada generasi muda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *