Wali Kota Bukittinggi Ajak Semua Pihak Perkuat Pembinaan Generasi Muda Berbasis ABS-SBK

Caption: Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. (Ist)

BUKITTINGGI, LacakPos.co.id – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pembinaan generasi muda dengan menjadikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Ramlan melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Senin (20/7/2026). Menurutnya, nilai-nilai agama, adat, dan budaya harus terus ditanamkan sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat di tengah perkembangan zaman.

Bacaan Lainnya

Dalam pesannya, Ramlan mengajak orang tua, tenaga pendidik, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam membimbing anak-anak agar terhindar dari berbagai perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, norma adat, dan nilai-nilai luhur bangsa.

“Saya mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta membimbing anak-anak kita agar terhindar dari berbagai perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, norma adat, dan nilai luhur bangsa,” tulis Ramlan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga sebagai lingkungan pertama, sekolah sebagai tempat pendidikan formal, serta tokoh agama dan tokoh adat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Pemerintah Kota Bukittinggi, lanjut Ramlan, berkomitmen mempertahankan nilai-nilai agama, adat, dan budaya sebagai dasar pembangunan sumber daya manusia. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, serta tetap berpegang teguh pada jati diri dan kearifan lokal.

Ramlan juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga moral dan karakter generasi muda sebagai upaya mewujudkan Bukittinggi yang religius, berbudaya, dan tetap berpijak pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. (Yulianti)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *