BUKITTINGGI, LacakPos.co.id — Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan kondisi darurat terus dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi. Salah satunya melalui pelatihan sekaligus pengukuhan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam.
Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bukittinggi tersebut diikuti sebanyak 40 anggota ORARI Lokal Bukittinggi-Agam yang tergabung dalam Tim CORE Group A.
Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik (SIKP) Dinas Kominfo Bukittinggi, Riri Alhadilla Sukma, mengatakan pelatihan tersebut menghadirkan dua instruktur yang memiliki kompetensi dalam bidang komunikasi radio untuk kebencanaan, keselamatan, serta penanganan situasi darurat.
Menurutnya, peningkatan kapasitas anggota menjadi bagian penting dalam membangun sistem komunikasi yang dapat diandalkan ketika terjadi keadaan darurat.
Dukungan terhadap pembentukan Tim CORE juga disampaikan Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dedi Fatria. Ia menilai keterlibatan komunitas dalam kesiapsiagaan bencana perlu terus diperkuat.
“Berbagai komunitas di Kota Bukittinggi perlu memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan yang dapat mendukung penanganan bencana,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengapresiasi keberadaan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam. Menurutnya, tim tersebut dapat menjadi salah satu unsur pendukung komunikasi ketika terjadi bencana maupun kondisi yang membutuhkan respons cepat.
Ia menegaskan, komunikasi yang cepat, tepat, dan dapat diandalkan sangat diperlukan untuk memperlancar koordinasi serta mempercepat penyampaian informasi dari lapangan.
“Pada kondisi darurat dan kebencanaan, respons cepat menjadi sangat penting. Kecepatan menerima dan menyampaikan informasi sangat dibutuhkan sehingga bantuan dapat segera dikerahkan,” ujar Ibnu Asis.
Dengan dikukuhkannya Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah, ORARI, relawan, serta berbagai unsur terkait semakin solid.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi ketika Kota Bukittinggi dan wilayah sekitarnya menghadapi situasi darurat maupun bencana. (Novita)






