Desa Tateli Satu Mulai Susun RKPDes 2027, Tony Pusung Tekankan Prioritas Pembangunan dan Kebutuhan Warga

Caption: Tony Pusung, S.Pd.,( kanan depan)dan Sekretaris Desa Tateli Satu, Nafiri Patuwo, S.Kel., (kiri delan) Wakil Ketua BPD, Pdt, Chervie Rondonuwu, M.Th, (tengah) Rapat berlangsung, aman. ( Butje/LacakPos)

MINAHASA, LacakPos.co.id — Pemerintah Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, mulai melakukan pembahasan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 melalui Musyawarah Desa Khusus.

Caption: Suasana saat rapat berlangsung. ( Butje/LacakPos)

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) tersebut dipimpin Hukum Tua Desa Tateli Satu, Tony Pusung, S.Pd., dan dipandu Sekretaris Desa Tateli Satu, Nafiri Patuwo, S.Kel., bertempat di Keluarga Patuwo Djenaan.

Bacaan Lainnya

Rapat diawali dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan dan sambutan Hukum Tua Desa Tateli Satu.

Caption: Berfoto bersama usai kegiatan rapat. (Butje/LacakPos)

Dalam penyampaiannya, Tony Pusung menjelaskan kondisi anggaran desa serta sejumlah program yang menjadi perhatian pemerintah desa. Menurutnya, penyusunan program harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan prioritas masyarakat.

Ia mengatakan, untuk tahun berjalan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa harus lebih selektif dalam menentukan kegiatan. Sejumlah program pelayanan masyarakat, termasuk kegiatan Posyandu, menjadi salah satu perhatian utama.

Selain membahas program tahun berjalan, rapat juga diarahkan untuk mulai menghimpun usulan masyarakat sebagai bahan penyusunan RKPDes 2027.

Tony menegaskan, setiap usulan yang muncul dalam musyawarah akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah desa untuk menentukan program prioritas ke depan.

Salah satu persoalan yang turut dibahas adalah keberlanjutan bantuan kepada masyarakat, termasuk penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa serta data penerima bantuan pangan.

Menurutnya, perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat menyebabkan data penerima bantuan perlu terus diperbarui. Karena itu, pemerintah desa harus berhati-hati agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Tony juga menyampaikan adanya rencana pengadaan lahan untuk kebutuhan pemakaman masyarakat. Pemerintah desa disebut telah mengupayakan lahan sekitar 9.000 meter persegi dengan nilai sekitar Rp750 juta yang pembayarannya direncanakan secara bertahap.

Persoalan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pemerintah desa mendapat masukan agar pembangunan jalan, khususnya akses jalan lingkar di wilayah Jaga II, dapat dipertimbangkan dalam rencana kerja ke depan.

Wakil Ketua BPD Desa Tateli Satu, Pdt, Chervie Rondonuwu, M.Th, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat.

Menurutnya, pemerintah desa, BPD, perangkat desa dan seluruh unsur masyarakat perlu membangun koordinasi serta transparansi dalam setiap proses pembangunan.

Ia menjelaskan, BPD memiliki fungsi menampung aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Terkait RKPDes 2027, ia mendorong agar sejumlah persoalan infrastruktur yang telah lama menjadi aspirasi masyarakat dapat kembali dimasukkan dalam perencanaan pembangunan, termasuk pembangunan jalan lingkar di wilayah Jaga II.

Ia juga mengusulkan agar pembangunan dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan desa. Selain mengandalkan anggaran desa, peluang kerja sama dengan pihak swasta atau pengusaha juga dapat dijajaki sepanjang sesuai ketentuan.

Selain persoalan pembangunan, rapat turut membahas kondisi cuaca ekstrem dan potensi kebakaran lahan. Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas pembakaran sampah, penggunaan listrik, serta sumber api lainnya.

Kondisi kemarau juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Sementara itu, Pendamping Desa se-Kecamatan Mandolang, Vulgen Penana didampingi Ineke Pongantung, turut memberikan arahan dalam penyusunan RKPDes 2027. Pemerintah desa didorong untuk menghimpun sebanyak mungkin usulan kegiatan dari masyarakat terlebih dahulu, sebelum menentukan skala prioritas berdasarkan kemampuan anggaran.

Pendamping desa juga menekankan pentingnya keberlanjutan program penanganan stunting. Menurutnya, penanganan stunting tidak boleh berhenti karena menyangkut masa depan generasi penerus.

Karena itu, program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting diharapkan tetap menjadi perhatian dalam penyusunan RKPDes 2027.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan informasi mengenai perubahan penugasan pendamping desa. Pendamping yang selama ini bertugas di wilayah Kecamatan Mandolang menyampaikan apresiasi atas kebersamaan selama menjalankan tugas dan berharap program-program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan penyusunan RKPDes Tahun 2027 serta penjaringan berbagai usulan pembangunan dan kegiatan prioritas masyarakat Desa Tateli Satu.

Hukum Tua Tony Pusung juga mengingatkan seluruh perangkat desa dan unsur terkait agar terus menjaga koordinasi, bekerja dengan sabar serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Penyusunan RKPDes ini harus menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pembahasan tersebut.

Kegiatan dihadiri Hukum Tua Desa Tateli Satu Tony Pusung, S.Pd., Sekretaris Desa Nafiri Patuwo, S.Kel., perangkat desa, Selsius Kategu, unsur BPD, BUMDes, pendamping desa, Selsius Kategu, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Desa Tateli Satu.  (Butje)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *