TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kementerian Ketenagakerjaan mulai mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui Program Padat Karya Penanggulangan Bencana Tahun 2026. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana pendukung mitigasi bencana, tetapi juga membuka lapangan kerja sementara bagi warga terdampak.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pembinaan Ketenagakerjaan Bidang Padat Karya Penanggulangan Bencana Sumatera yang berlangsung di Gedung Indojolito, Batusangkar, Kamis (4/6/2026). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly bersama perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan.
Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kepercayaan menjadikan Tanah Datar sebagai salah satu daerah penerima program tersebut. Menurutnya, bantuan ini memiliki manfaat ganda karena selain mempercepat rehabilitasi sarana umum, juga menghadirkan peluang kerja bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi setelah bencana.
“Program padat karya menjadi solusi yang tepat karena masyarakat tidak hanya menerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga memperoleh penghasilan melalui keterlibatan langsung dalam pelaksanaan kegiatan. Dampaknya tentu akan ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat nagari,” ujar Ahmad Fadly.
Ia menilai, program pemberdayaan seperti ini sangat dibutuhkan mengingat masih banyak warga yang terdampak bencana dan membutuhkan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan juga akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan daerah.
“Selain meningkatkan pendapatan keluarga, program ini juga menghasilkan infrastruktur yang mendukung upaya penanggulangan bencana. Ini merupakan investasi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Bidang Padat Karya Kementerian Ketenagakerjaan, Mohammad Ikrar Dinata, menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Ketenagakerjaan agar pemerintah hadir secara nyata membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah.
Ia mengatakan, Program Padat Karya dirancang sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat melalui kegiatan pembangunan yang bersifat produktif.
“Kegiatan ini merupakan implementasi arahan pemerintah pusat agar Kementerian Ketenagakerjaan dapat berkontribusi langsung dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Di Provinsi Sumatera Barat, lanjut Ikrar, Program Padat Karya dilaksanakan pada sekitar 20 lokasi yang tersebar di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang.
Khusus di Kabupaten Tanah Datar, sebanyak tujuh lokasi telah ditetapkan sebagai penerima program setelah melalui proses verifikasi administrasi dan peninjauan lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
Ia berharap seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan program, tetapi juga mampu mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
“Kami berharap program ini mampu memberikan manfaat nyata, baik melalui terbukanya kesempatan kerja, meningkatnya pendapatan masyarakat, maupun percepatan pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana,” tutupnya.
Kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD terkait, para camat dan wali nagari dari wilayah terdampak bencana, serta berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.(**)






