PKK Malifut dan PT NHM Tangani 31 Anak Stunting dan Gizi Buruk Lewat Program Makan Bergizi

Suasana kegiatan PKK Kecamatan Malifut (ist)

HALUT, Lacakpos.co.id – Program penanganan stunting dan gizi buruk mulai dijalankan di Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PKK Malifut dan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) Tangani 31 Anak Stunting dan Gizi Buruk Lewat Program Makan Bergizi melalui program sosial perusahaan, Slasa (28/04/2026).

Ketua PKK Kecamatan Malifut, Afidaa Wahid, S.S., M.A, menjelaskan bahwa pihaknya menerima data langsung dari NHM terkait anak-anak yang menjadi sasaran program.

Bacaan Lainnya
Ketua PKK kecamatan Malifut mengunjungi Anak anak yang Gizi buruk dan stunting (fic)

“Untuk Malifut sendiri, torang dapat daftar dari NHM itu ada 31 anak. Dari jumlah itu, 3 anak masuk kategori gizi buruk, sementara 28 lainnya stunting,” jelas Afidaa saat ditemui di sela kegiatan.

Program ini difokuskan pada pemberian makanan bergizi kepada anak-anak yang telah ditetapkan berdasarkan pemeriksaan tim medis dari NHM.

Kegiatan mulai berjalan sejak 26 April 2026, diawali dari Desa Gayok dan dilanjutkan ke beberapa desa lainnya di wilayah Malifut. Afidaa menambahkan, program ini dirancang berlangsung selama 28 hari, namun tetap melihat perkembangan kondisi anak.

“Kalau sebelum 28 hari kondisi anak sudah membaik, maka pemberian makanan akan dihentikan. Tapi bukan berarti dilepas begitu saja, nanti diganti dengan bantuan lain seperti susu dan makanan tambahan, tergantung kondisi anak,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Malifut, Sehat Zaid  saat dikonfirmasi melalui WhatsApp juga membenarkan adanya program tersebut. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang mengalami gizi buruk dan stunting.

“Ini program pemberian makanan gratis untuk 31 anak. Kerja sama antara program Hj. Robert Peduli, PKK Kecamatan Malifut, Puskesmas, dan Posyandu di desa-desa,” jelasnya.

Program serupa, lanjutnya, juga dilaksanakan di Kecamatan Kao dan Kao Teluk, sehingga upaya penanganan stunting tidak hanya terfokus di satu wilayah saja.

Ia juga menegaskan bahwa program ini berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada umumnya.

“Kalau MBG itu anak-anak sehat juga dapat makanan bergizi. Tapi kalau program Hj. Robert Peduli ini lebih fokus ke anak-anak yang sudah mengalami gizi buruk dan stunting, jadi penanganannya lebih khusus,” tambahnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan angka stunting di wilayah Halmahera Utara, khususnya Malifut, bisa ditekan secara bertahap.(fic )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *