TANAH DATAR – LACAKPOS.CO.ID – Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti wilayah Tanah Datar akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu, Islamic Center Tanah Datar menghadirkan sebuah ruang pemulihan batin melalui kegiatan Trauma Healing. Program ini bukan sekadar aktivitas pendampingan, tetapi menjadi ikhtiar kemanusiaan untuk memulihkan luka-luka psikologis yang kerap tak tampak oleh mata. Dengan mengusung tema “Mencegah Gangguan Psikologis Pasca Bencana (Putus Asa, Kecemasan Berlebihan, dan Kegelisahan)”, kegiatan ini menggugah harapan baru bagi masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap tegar menghadapi masa depan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025 tersebut dirancang sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan dukungan psikososial setelah bencana—suatu pendekatan yang dalam kajian kebencanaan dipandang penting untuk mengembalikan keseimbangan emosional penyintas. Trauma healing menjadi jembatan antara rasa takut yang membekas dan keberanian untuk kembali menjalani hari-hari secara lebih stabil.

Program ini dihadiri oleh sejumlah unsur pimpinan Islamic Center Tanah Datar, yaitu Ketua Islamic Center, Tarmizi, S.Pd.I., M.M, Bendahara Islamic Center, Hj. Nursalis, S.Pd, serta staf sekretariat Jannatul Zahra, S.Sos dan Syukri Yusril, S.Sos. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen lembaga dalam memberikan dukungan menyeluruh — tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga psikologis dan sosial.
“Bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga meninggalkan retakan di dalam diri. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu anak-anak kembali menemukan rasa aman dan kepercayaan diri mereka,” ujar Tarmizi.
Sesi trauma healing kali ini diperuntukkan bagi 50 orang anak dari wilayah terdampak. Mereka berkumpul di area terbuka dekat posko pengungsian, di bawah naungan pepohonan yang rimbun. Alam seolah turut menenangkan, memberikan teduh bagi jiwa-jiwa kecil yang masih menyimpan ketakutan. Sembari mendengarkan instruksi dan motivasi dari Ketua Islamic Center, wajah-wajah mungil itu perlahan menunjukkan senyum. Ada yang tertawa kecil, ada yang mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan—semuanya menghadirkan suasana yang hangat, akrab, dan sarat harapan.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian motivasi, ice breaking untuk mencairkan suasana, serta play therapy yang bertujuan memberi ruang bagi anak-anak mengekspresikan emosi tanpa tekanan. Dalam kajian psikologi bencana, pendekatan bermain terbukti efektif membantu anak mengurai kecemasan, membangun rasa aman, dan memulihkan kembali kepercayaan diri. Melalui sentuhan humanis ini, anak-anak diajak memahami bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta mendapatkan doorprize, sementara anak-anak yang menunjukkan partisipasi aktif memperoleh hadiah tambahan. Bagi Islamic Center, pemberian ini bukan sekadar bingkisan, tetapi simbol penghargaan terhadap keberanian mereka untuk bangkit di tengah ketidakpastian.
“Trauma healing adalah bentuk kepedulian yang paling dasar. Kita mungkin tidak bisa menghapus seluruh ingatan buruk, tetapi kita bisa menghadirkan ruang yang menenangkan agar mereka mampu menata diri kembali,” tambahnya.
Lebih dari sekadar kegiatan, trauma healing ini menjadi refleksi nilai kemanusiaan dan solidaritas kolektif. Islamic Center Tanah Datar berharap langkah kecil ini menjadi bagian dari proses pemulihan sosial dan emosional masyarakat. Di tengah reruntuhan dan kehilangan, lembaga ini berupaya meneguhkan pesan bahwa harapan tidak boleh padam, dan setiap jiwa berhak mendapatkan ruang untuk sembuh.
“Anak-anak adalah masa depan daerah ini. Ketika batin mereka pulih, maka harapan masyarakat Tanah Datar pun ikut tumbuh kembali,” sambungnya.
Melalui program ini, terpatri keyakinan bahwa pemulihan pasca-bencana bukan hanya tentang membangun kembali fisik yang rusak, tetapi juga tentang membangun kembali mental yang goyah, merawat hati yang patah, dan menumbuhkan kembali keberanian untuk hidup.(**)






