BUKITTINGGI, LacakPos.co.id — Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir memicu terjadinya longsor di kawasan Ngarai Bukik Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi. Kejadian ini sejalan dengan peringatan potensi bencana hidrometeorologi yang disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, melalui surat resmi bertanggal 21 November 2025 tentang meningkatnya peluang cuaca ekstrem di Sumatera Barat pada 21–27 November 2025.
Secara meteorologis, wilayah Sumatera Barat sedang berada dalam pengaruh penguatan signifikan Monsun Asia, yang memicu dominasi angin baratan serta meningkatkan pembentukan awan hujan. Kondisi ini memperbesar risiko terjadinya banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, hingga jalan licin—yang kini mulai dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Lurah Bukik Cangang Kayu Ramang, Westi Wismar, S.H. — akrab disapa Tiwi — dalam dialog di RRI pada Selasa (25/11/2025) menjelaskan bahwa kejadian longsor terjadi pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Dentuman keras terdengar sebelum bagian bibir ngarai ambruk, membuat warga sekitar panik dan segera menyelamatkan diri.
Sebanyak sebelas kepala keluarga, atau total lima puluh delapan jiwa, harus dievakuasi ke lokasi aman. Sebagian besar ditempatkan di kantor KPPN Bukittinggi, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat atau mencari tempat tinggal sementara secara mandiri.
“Kami telah memfasilitasi warga yang diungsikan dengan makanan, obat-obatan, serta vitamin. Warga diprioritaskan untuk mendapatkan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat,” ujar Tiwi.
Tiwi menyampaikan apresiasi kepada Kepala KPPN Bukittinggi, Khairil Indra, yang dengan cepat membuka fasilitas kantor sebagai tempat pengungsian, termasuk penyediaan tempat tidur, kamar mandi, hingga aula bagi warga terdampak.
Wali Kota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, bersama Camat ABTB Hendra Eka Putra, Kepala Satpol PP, Kalaksa BPBD, serta sejumlah instansi terkait, langsung meninjau lokasi longsor dan memastikan kondisi warga yang tengah mengungsi.
Evakuasi warga dilakukan dengan mengutamakan kelompok rentan. “Lansia dan anak-anak menjadi prioritas agar memperoleh penanganan yang memadai dan aman,” tegas Tiwi.
Warga pengungsi berharap penanganan cepat dari pemerintah agar mereka dapat segera kembali ke kehidupan normal. Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan warga dan melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Catatan Redaksi: Informasi ini disajikan sesuai standar peliputan bencana, dengan fokus pada keselamatan warga serta upaya mitigasi pemerintah daerah.
(Zakirman)






