Pj,Hukumtua Desa Wakan Sukses Salurkan Bantuan Beras Kepada 83 Kepala Keluarga

Caption: Saat penyaluran Beras di tengah ruangan, Rifka Warow, Penjabat Hukumtua Desa Wakan, berdiri bersama para perangkat desa, Babinsa, anggota BPD. (Ist)

MINSEL – LACAKPOS.CO.ID Mentari belum tinggi ketika satu per satu warga Desa Wakan mulai berdatangan ke Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa. Sebagian membawa anak, sebagian lagi berjalan sendiri dengan langkah pelan, menggenggam Kartu Tanda Penduduk yang lusuh namun masih terbaca jelas.

Caption: Di tengah ruangan, Rifka Warow, Penjabat Hukumtua Desa Wakan, berdiri bersama para perangkat desa, Babinsa, anggota BPD. (Ist)

Di tengah ruangan, Rifka Warow, Penjabat Hukumtua Desa Wakan, berdiri bersama para perangkat desa, Babinsa, anggota BPD, mahasiswa magang, serta tokoh masyarakat. Mereka tidak hanya membagikan karung beras—mereka membagikan napas tambahan untuk warga yang berjuang di tengah beban ekonomi yang kian berat.

Bacaan Lainnya

“Satu-satu ya, mari jo torang verifikasi dulu KTP-nya,” kata Rifka sambil tersenyum kepada seorang ibu paruh baya yang tampak gugup.

Hari itu, Sabtu 26 Juli 2025, bukan hari biasa bagi 83 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Wakan. Masing-masing keluarga menerima dua karung beras seberat 10 kilogram, sebagai jatah bantuan untuk bulan Juni dan Juli.

Bukan sekadar bantuan. Bagi sebagian warga, ini adalah penyambung hidup.
“Biar cuma beras, tapi torang bisa makan beberapa minggu ke depan,” ujar Pak Leksi, salah satu penerima bantuan, yang datang dengan cucunya.

Transparansi dan Ketepatan Sasaran

Prosedur pun dijalankan ketat. Warga harus membawa identitas, diverifikasi satu per satu, demi memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Tak ada celah untuk salah sasaran.

“Kami ingin semuanya transparan, dan warga yang benar-benar berhak yang menerima,” jelas Rifka.

Semangat gotong-royong terasa hangat di udara. Para mahasiswa dan tokoh masyarakat turut membantu mengangkat karung, memanggil nama warga, dan menenangkan anak-anak kecil yang kelelahan menunggu.

Bukan Sekadar Bantuan

Bantuan pangan memang tak menyelesaikan seluruh persoalan, namun di tengah naiknya harga bahan pokok, bantuan ini ibarat oase. Momen ini juga memperlihatkan wajah kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tapi juga manusiawi.

“Saya harap beras ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah meluncurkan program ini, kami hanya menjembatani agar sampai ke masyarakat,” tutur Rifka di hadapan awak media.

Hari mulai siang. Karung demi karung sudah berpindah tangan. Namun yang lebih penting dari itu, harapan telah menyelinap masuk ke dalam hati-hati warga—bahwa dalam dunia yang terus berubah, masih ada tangan-tangan yang peduli.

(Eka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *