MANADO – LACAKPOS.CO.ID – Sebuah lubang kontrol jaringan kabel milik PT Telkom kembali memicu kekhawatiran soal keselamatan pengguna jalan. Berlokasi di ruas jalan nasional, Kelurahan Kairagi, tepatnya antara Kantor Tribun Manado dan SPBU Kairagi, penutup lubang tersebut amblas sedalam sekitar 5 hingga 10 sentimeter dari permukaan jalan.
Akibatnya, seorang pengendara motor bernama Vitha, warga Singkil, menjadi korban. Ia terjatuh setelah motornya oleng saat melintas tanpa menyadari kondisi jalan yang tidak rata tersebut. Insiden terjadi pada Rabu (21/5), siang hari.

Beruntung, sejumlah sopir truk yang tengah mengantre BBM di SPBU Kairagi segera memberikan pertolongan, dibantu warga sekitar.
“Saya kaget waktu lihat dia jatuh. Untung cepat ditolong,” ujar Frans, seorang pengendara yang menyaksikan kejadian.
Situasi ini menyoroti pentingnya pengawasan dan pemeliharaan terhadap infrastruktur publik, khususnya yang melibatkan utilitas bawah tanah dari perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara
Handiyana, S.T.,M.T.,M.Sc
yang dikonfirmasi menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Telkom untuk memperbaiki penurunan permukaan box kontrol tersebut.
“Kami akan tindaklanjuti agar segera dilakukan leveling demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Warga sekitar pun menyampaikan keresahan mereka dan mendesak agar BPJN dan PT Telkom segera mengambil tindakan konkret.
“Infrastruktur publik yang rusak bukan sekadar masalah estetika. Ini soal keselamatan, bahkan bisa merenggut nyawa,” tegas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Telkom Witel Sulawesi Maluku Utara belum membuahkan hasil. Saat wartawan mendatangi kantor operasional, seorang petugas keamanan menyampaikan bahwa pimpinan sedang mengikuti pertemuan virtual (Zoom Meeting).
“Ibu lagi Zoom. Nanti beliau akan minta tim lapangan mengecek ke lokasi. Wartawan nanti dihubungi,” ujar security yang berjaga.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan fasilitas umum yang kurang mendapat perhatian serius dari pihak-pihak terkait. Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan publik tak terus dikorbankan oleh kelalaian teknis yang bisa diantisipasi lebih awal.
(Ivan)







